March 28, 2006

PEOPLE WONDER WHY THE CALL CENTRE GUYS ARE PAID SO MUCH……FOR JUST BEING ON THE PHONE. TAKE A LOOK:

Filed under: Santai....

DTech Support : "I need you to right-click on the Open Desktop."
Client : "Ok."
Tech Support : "Did you get a pop-up menu?"
Client : "No."
Tech Support : "Ok. Right click again. Do you see a pop-up menu?"
Client : "No."
Tech Support : "Ok, sir. Can you tell me what you have done up until this point?"
Client : "Sure, you told me to write ‘click’ and I wrote ‘click’."
————————————————–
Client : "I received the software update you sent, but I am still getting the same error message."
Tech Support : "Did you install the update?"
Client : "No. Oh, am I supposed to install it to get it to work?"
————————————————–
Client : "I’m having trouble installing Microsoft Word."
Tech Support : "Tell me what you’ve done."
Client : "I typed ‘A:SETUP’."
Tech Support : "Ma’am, remove the disk and tell me what it says."
Client : "It says ‘[PC manufacturer] Restore and Recovery disk’."
Tech Support : "Insert the MS Word setup disk."
Client : "What?"
Tech Support : "Did you buy MS word?"
Client : "No…"
————————————————–
Client : "Do I need a computer to use your software?"
Tech Support : ?!%#$
————————————————–
Tech Support : "Ok, in the bottom left hand side of the screen, can you see the ‘OK’ button displayed?"
Client : "Wow. How can you see my screen from there?"
————————————————–
Tech Support : "What type of computer do you have?"
Client : "A white one."
————————————————–
Tech Support : "Type ‘A:’ at the prompt."
Client : "How do you spell that?"
————————————————–
Tech Support : "What’s on your screen right now?"
Client : "A stuffed animal that my boyfriend got me at the grocery store."
————————————————–
Tech Support : "What operating system are you running?"
Client : "Pentium."
————————————————–
Client : "My computer’s telling me I performed an illegal abortion."
————————————————–
Client : "I have Microsoft Exploder."
————————————————–
Client : "How do I print my voicemail?"
————————————————–
Client : "You’ve got to fix my computer. I urgently need to print document, but the computer won’t boot properly."
Tech Support : "What does it say?"
Client : "Something about an error and non-system disk."
Tech Support : "Look at your machine. Is there a floppy inside?"
Client : "No, but there’s a sticker saying there’s an Intel inside."
————————————————–
Tech Support : "Just call us back if there’s a problem. We’re open 24 hours."
Uting : "Is that Eastern time?"
————————————————–
Tech Support : "What does the screen say now?"
Client : "It says, ‘Hit ENTER when ready’."
Tech Support : "Well?"
Client : "How do I know when it’s ready?"
————————————————–
A plain computer illiterate guy rings tech support to report that his
computer is faulty.

Tech : What’s the problem?
Client : There is smoke coming out of the power supply.
Tech : You’ll need a new power supply.
Client : No, I don’t! I just need to change the startup files.
Tech : Sir, the power supply is faulty. You’ll need to replace it.
Client : No way! Someone told me that I just needed to change the startup and it will fix the problem! All I need is for you to tell me the command.

10 minutes later, the User is still adamant that he is right. The tech is
frustrated and fed up.

Tech : Sorry, Sir. We don’t normally tell our customers this, but there is an undocumented DOS command that will fix the problem.
Client : I knew it!
Tech : Just add the line LOAD NOSMOKE.COM at the end of the CONFIG.SYS. Let me know how it goes.

10 minutes later…….

Client : It didn’t work. The power supply is still smoking.
Tech : Well, what version of DOS are you using?
Client : MS-DOS 6.22.
Tech : That’s your problem there. That version of DOS didn’t come with
NOSMOKE. Contact Microsoft and ask them for a patch that will give you the file.
Let me know how it goes.

1 hour later………..

Client : I need a new power supply.
Tech : How did you come to that conclusion?
Client : Well, I rang Microsoft and told him about what you said, and he started asking questions about the make of power supply.
Tech : Then what did he say?
Client : He told me that my power supply isn’t compatible with NOSMOKE.
————————————————-
Tech :I need a product identification no. right now and
may I help u in finding it out?
Client : sure
Tech : could u left click on start and do u find ‘My Computer’?
Client : I did left click but how the hell do I find your computer?

The Meaning Of Jakarta

Filed under: Santai....

 H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies

I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You

L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also

F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End

C.H.I.N.A.
Come Here….. I Need Affection

B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always

N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers

I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration

K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing

C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into attraction

K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity

E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !

M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always

P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us

T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull

J.A.K.A.R.T.A
Jambret Aya, Koruptor Aya, Rampok Teh Aya oge

Kepada para mutarobbiku

Filed under: Surat surat terbuka

Kepada                                                                            27 Juni 2005

para mutarobbiku 

 

Saudaraku, tak terasa sudah begitu lama kita mendapatkan nikmat yang orang lain tak mendapatkannya di halaqoh. Sekian lama kita duduk dalam lingkaran di sebuah taman yang sangat indah. Di taman itu, kita memetik buah-buahan yang tersedia dekat dengan kita. Langsung dari pohonnya. Di taman itu kita duduk-duduk sambil menyeruput teh, melihat-lihat pemandangan yang indah, menghirup udara yang bersih. Taman tempat kita refreshing dari segala kepenatan urusan dunia, sehingga ketika kita selesai duduk-duduk di taman yang indah itu, kita merasa segar lagi untuk menghadapi hidup ini.

Saudaraku, sampai kapan taman itu hanya berperan sebagai tempat lari kita dari kehidupan dunia. Kita bukanlah sekelompok rahib yang melakukan ‘uzlah, yaitu lari menyendiri ke lereng-lereng gunung, menjauh dari kehidupan dunia. Tetapi seharusnya kita adalah sekelompok pemuda yang beriman yang Allah tambahkan keimanan itu (fityatun amanu birobbihim wa zidnahum huda, Al-Kahfi : 13). Karena kita berani berkata lantang tentang kebenaran. Berani berbuat lain untuk kebenaran.

Alhaqqu mirrobbika falaa takunana minal mumtarin. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang yang ragu (Al-Baqarah 147). Kalian telah begitu banyak Allah paparkan – melalu berbagai perantara – tentang sebuah fikrah (pemikiran) yang bersih, sempurna dan jelas, yaitu fikrah Islam. Dan itulah yang kalian yakini sebagai kebenaran. Maka dengan kebenaran itu, apakah kalian tidak menunaikan hak-haknya? Apakah itu hanya untuk konsumsi kalian sebagai pembeda bahwasannya kalian adalah sekelompok pemuda yang benar sendiri?

Maka sudah saatnya taman yang indah itu kita gunakan sebagai tempat berbincang kita untuk menyebarluaskan fikrah yang lurus itu kepada umat ini. Sedangkan kalian tahu bagaimana sakitnya umat saat ini. Mereka melihat bara api sebagai air dan air sebagai bara api. Kalian tahu umat saat ini ibarat serangga yang terpikat oleh api dan kemudian bermain-main di dekatnya. Sangat rawan terbakar. Apakah kalian tidak ingin menghalau serangga itu agar tidak terbakar oleh api?

Kalian ibarat berada di sebuah kapal yang memiliki dua dek. Dek atas dan dek bawah. Setiap kali orang yang berada di dek bawah hendak mengambil air, selalu melewati orang yang berada di dek atas. Karena segan, orang-orang yang berada di dek bawah hendak membuat lubang di dasar kapal agar mudah mereka mengambil air. Kalau kalian tidak mencegah perbuatan itu, maka petaka akan menimpa kalian semua!

Berbuatlah saudara-saudaraku. Apabila Allah timpakan petaka kepada sebuah umat, petaka itu akan menimpa orang baik maupun buruk di antara mereka. (Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu, Al-Anfal 25). Memang pada akhirnya kita dibangkitkan dan dihisab sesuai amal kita. Tetapi inginkah kita menemui azab Allah yang pedih di akhir kehidupan kita bersama-sama dengan orang-orang yang mengundang bencana yang kita tidak atau gagal kita cegah.

Pancangkanlah tekad. Kita adalah pemuda yang menginjeksikan serum kebaikan di tengah umat. Dengan sikap kita. Dengan kata-kata kita.

 

Murobbimu, Zico Alviandri

UJIAN UNTUK MENGANGKAT POTENSI

Alasan Allah menguji hambanya adalah karena hamba tersebut memiliki potensi spesifik untuk mengemban ujian tersebut. Maka ketika kita merasa memiliki banyak permasalahan, yakinilah bahwa kita adalah orang yang sabar. Ketika kita mendapatkan begitu banyak godaan untuk tidak ikhlas, maka yakinilah bahwa kita ini adalah orang yang ikhlas. Ketika kita mendapatkan begitu banyak kenikmatan, jangan lupa bahwa kita adalah seorang hamba yang pandai bersyukur. Ketika kita menghadapi begitu banyak pekerjaan melelahkan, yakinilah bahwa kita adalah seorang yang kuat. Tidak ada alasan untuk mengeluh! Allah menguji hambanya sesuai dengan kadar kesanggupan seorang hamba.(QS 2:286)

Hanya saja kadang potensi spesifik tersebut tertutupi oleh sifat kontradiktif yang dominan timbul dalam keseharian seorang hamba. Kadang-kadang ada hamba tidak sabar menghadapi problematikanya. Dan kita akui bahwa kuantitas dan kualitas masalah orang tersebut melebihi kita. Sayang ketidak sabaran menjadi sifat dominannya. Padahal maksud Allah memberi banyak masalah kepadanya adalah untuk mengangkat potensinya yang terkubur – atau istilah minangnya ‘batang tarandam’ – oleh sifat kontradiktif dominan yang biasa tampak padanya. Intinya, orang tersebut sebenarnya adalah orang yang penyabar, hanya saja penyabar belum menjadi identitas orang tersebut

Kenyataan tersebut kita dapatkan pada seorang sahabat bernama Ka’ab bin Malik. Ka’ab adalah seorang sahabat yang tertinggal dalam perang tabuk, bahkan karena merasa enggan karena sudah tertinggal jauh, Ka’ab memutuskan untuk tidak ikut serta dalam perang tabuk. Ketiadaan Ka’ab dalam perang Tabuk membuat gempar para sahabat. Dan ketika pasukan muslimin telah kembali, Ka’ab diminta menghada Rasulullah untuk mengemukakan alasan ketidak hadirannya.

Ketika dia harus menghadap Rasulullah, terjadi benturan dilematis dalam benaknya, antara mengeluarkan kemampuannya: berdalih hingga ia keluar dari permasalahan tersebut, atau berterus terang. Pada akhirnya ia berterus terang. Dengarlah pengakuannya, “Ya Rasul, demi Allah, umpama sekarang ini saya sedang duduk di depan seseorang selain engkau, pasti saya akan mengutarakan sejuta alasan untuk menyelamatkan diriku. Saya pandai berdebat Ya Rasul…

Sejatinya Ka’ab adalah seorang yang jujur, sehingga ia diuji oleh Allah dalam keadaan dilematis untuk mengungkapkan kejujurannya. Sifat kontradiktif dominannya adalah – seperti yang telah ia akui – pandai berdebat. Lihatlah akhirnya potensi kejujuran itu terangkat dan ia menjadi seorang yang jujur. Itulah buah hasil ujian dari Allah.

Ya Rasul, sesungguhnya Allah telah menyelamatkan saya karena kebenaran pengakuan saya, maka saya berjanji untuk kelanjutan taubatku, ‘Tidak akan berbicara selama hidupku, kecuali pembicaraan itu bicara yang benar.” Ungkap Ka’ab ketika rangkaian ujian berupa pengasingan telah berakhir menimpanya.

Maka sadarilah, ketika kita berdo’a “Ya Allah, jadikanlah aku seorang hamba yang sabar.” Maka Allah mengabulkan do’a kita: Kekuatan ketabahan kita bertambah. Hanya untuk menjadikan kesabaran itu sebagai sifat dominan, Allah mengirim rentetan masalah pada kita. Begitu juga ketika kita meminta pada Allah keikhlasan dalam beramal. Yakinilah Allah mengabulkan do’a kita dan kekuatan keikhlasan kita bertambah. Dan supaya keikhlasan itu menjadi identitas kita, maka Allah menurunkan banyak godaan dalam beramal. Untuk melawan itu semua dikerahkanlah bekal yang telah Allah tambahkan. Dan jadilah apa yang kita harapkan itu menjadi identitas kita.

 

KONDISI AMBIGUITAS KADER DAKWAH

KONDISI AMBIGUITAS KADER DAKWAH

Seorang aktifis dakwah kampus pernah mengeluhkan tentang kondisi kader dakwah yang – tanpa sengaja – mendikotomikan antara aktifitas dakwah dan ibadah dalam perilakunya. Ada aktifis dakwah yang yang begitu aktif – penutur tersebut mengistilahkan dengan aktifis dakwah yang ‘haroki’, namun lemah dalam hal ruhiyahnya. Dan ada pula aktifis dakwah yang rajin ibadahnya, atau kuat ruhiyahnya, namun aktifitas dakwahnya tidak menonjol.

Mungkin sudah menjadi gejala di kampusnya, karena ketika fit and proper test untuk pemilihan Badan Pengurus Harian di lembaga dakwah kampus itu, salah seorang calon ditanyakan tentang tindakannya apabila menemui dua karakter jundi yang berbeda: salah seorangnya haroki namun kurang ma’nawi, dan seorang yang lain berkebalikannya.

Apakah gejala di kampus itu juga menjadi gejala nasional? Bisa saja banyak aktifis dakwah yang seperti ini. Karena saya sudah lama mendengar masalah ini diperbincangkan oleh aktifis dakwah. Tapi saya yakin, ada banyak lagi kader dakwah yang mampu tawazun, yang mampu menyeimbangkan dedikasinya pada umat dalam kegiatan-kegiatannya yang berlapis-lapis, dan ‘ubudiyahnya dalam bentuk ibadah mahdoh. Banyak kader yang mampu menjadi – seperti adagium dalam dakwah – fursanun fi nahar, wa ruhbanun fillail.

Aktifis dakwah ada yang mengambing-hitamkan kegiatan dakwahnya. Ketika sibuk dalam kegiatan yang padat, maka seorang aktifis menjadi cemburu dengan kegiatan itu. Ia merasa kegiatan-kegiatan itu mengurangi waktunya untuk berubudiyah kepada Allah. Penyebab kelelahan hingga ia tak mampu memenuhi target amalan yauminya.

Meski salah dalam beralasan, penyesalan atas kesempatan ‘ubudiyah yang hilang masih jauh lebih baik dibanding tidak memiliki penyesalan sama sekali. Berbahaya apabila kelelahan karena aktifitas yang padat itu menjadi justifikasi atas kosongnya tilawah dalam sehari, atau penuhnya malam dengan mimpi. Aktifis dakwah menganggap sebagai suatu hal yang biasa, tertinggalnya beberapa amalan yang memperkuat ruhiyahnya, karena aktifitas yang padat merupakan kompensasi dari amalan-amalan itu.

Hal ini tentu tidaklah bijak. Karena kalau kita mengetahui, aktifitas para sahabat begitu luarbiasa sibuknya, namun mereka tidak pernah tinggal untuk menikmati malam dengan munajat kepada-Nya. Perbandingan yang terdekat adalah dengan para mujahidin di negeri-negeri yang berkecambuk. Sebuah film dokumentasi perang jihad Afghanistan dan Chechnya memperlihatkan para mujahidin menyempatkan diri membaca Al-Qur’an. Padahal ketika itu keadaan sedang tidak aman. Terpancar dari raut wajah mereka kegembiraan ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Kita belumlah memanggul senjata beserta ratusan pelurunya yang berat. Kita tidaklah berjalan begitu jauh, mendaki gunung menerobos belukar, bertahan dalam cuaca yang tidak bersahabat. Sebuah kegiatan yang melelahkan. Jauh perbandingan kelelahan antara kita dengan para mujahidin itu.

Kebaikan aktifis ‘haroki’ dan ‘ma’nawi’

Seorang aktifis dakwah yang ‘haroki’, biasanya ia juga seorang yang memiliki pemahaman yang bagus. Saya berpendapat keharokian itu linier dengan keilmuan yang luas. Dan begitulah yang saya temui di lapangan. Mungkin karena mereka adalah orang yang terbiasa dengan syuro, di mana pada syuro terjadi banyak pemaparan argumen.

Tentu baik apabila seorang aktifis dakwah memiliki wawasan yang luas. Dengannya, roda dakwah dapat berputar pada arah yang benar. Sekaligus juga, keaktifannya itulah yang menjalankan roda dakwah tersebut.

Bagi pribadinya, pemahaman yang baik dapat mencegahnya dari gugur di jalan dakwah. Bukankah dalam sebuah riwayat, setan lebih takut dengan seseorang yang memiliki pemahaman yang tinggi yang sedang tidur di dalam masjid, daripada seseorang yang sedang sholat dalam masjid tersebut. Hal ini karena seseorang yang memiliki pemahaman yang baik, sulit bagi setan untuk menipunya.

Dan seseorang aktifis dakwah yang ibadah mahdhohnya terjaga dengan baik, akan memiliki ma’nawi yang terpancar kuat. Kedekatan kepada Ilahi akan membuat dirinya berwibawa di tengah-tengah orang banyak. Dan apabila ia berdakwah, maka dakwahnya akan lebih mudah menembus hati objek dakwah. Apabila roda dakwah dijalankan oleh orang-orang yang seperti ini, tentu roda dakwah itu akan sangat efektif. Tarbawi dalam sebuah edisi pernah menulis: Ruhiyah kelam dakwah tenggelam, ruhiyah bersinar dakwah pun lancar.

Quwatu shillah billah (kekuatan hubungan dengan Allah) adalah hal yang efektif mencegah dirinya gugur dari jalan dakwah. Ketika permasalah rumit menekannya untuk keluar dari jalan dakwah, ia memiliki tempat bersandar yang begitu empuk: Allah swt. Dzat inilah yang memeliharanya untuk tetap di jalan dakwah, dan senantiasa memberinya taufiq serta furqon agar dapat melihat keadaan lebih jelas.

Lemahnya salah satu kondisi berakibat pribadi yang timpang

Tentu penting untuk memiliki kedua karakter ini pada diri kita. Lemahnya salah satu karakter akan membuat pribadi kita adalah pribadi da’i yang timpang.

Orang yang aktif namun tidak memiliki ruhiyah yang baik, maka berpotensi untuk menjadi orang yang jenuh dengan kepadatan aktifitas tersebut. Tidak tahan mental ketika tertimpa masalah. Lemah dalam ikhlas. Pemahamannya tidak mampu menopangnya untuk tetap berada di jalan dakwah. Sekalipun ia paham bahwa sesuatu itu salah, namun karena kurangnya kedekatan dengan Tuhannya, ia akan tetap melaksanakan sesuatu itu.

Orang yang kuat ruhiyahnya namun malas untuk aktif dalam kepadatan kegiatan dakwah, maka jadilah ia seorang yang sholih tetapi tidak muslih. Ia berpotensi menjadi seseorang yang mudah kecewa pada jama’ah, karena kurangnya pemahaman yang ia miliki.

Ruhiyah adalah inspirasi kita bergerak. Roda dakwah yang berjalan dengan terarah dan lincah, apabila yang menjalankannya kehabisan tenaga, maka roda itu tidak akan bisa berjalan lagi. Sesungguhnya sumber tenaga itu adalah kualitas ruhiyah yang baik.

Jadilah orang yang lengkap. Sebagai penutup, saya ilustrasikan seorang aktifis dakwah yang ideal adalah seperti gambaran mujahidin perang Padri yang dipimpin oleh Imam Bonjol: Al-Qur’an di tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya.

——–

andaleh

March 24, 2006

Untuk teman departemen ku

Filed under: Surat surat terbuka

Afwan kalo ana nimbrung nulis di sini. Hari ini, 7 September 2004, begitu berkesan bagi ana. Karena langkah awal lancarnya kerja kaderisasi UKM begitu mulus. Kaderisasi fakultas mendukung penuh atas kerja kita. Tiap detik ada bobot masalah yang kita pikul.

Setiap detik ada kenangannya sendiri. Tiap detik ada catatannya sendiri. Begitulah jundi-Nya: Bukan orang yang bisa berleha-leha dalam mengarungi detik yang dilaluinya. Setan tidak akan pernah rela kita gagah dalam jalan yang susah ini. Selalu ada ‘sliding tackle’ yang nakal dalam langkah kita yang diperbuat olehnya. Dan tak lupa – tak ketinggalan, tipuan Allah, test case Allah untuk hamba-Nya yang Allah menyettingnya lebih samar dari pergerakan semut hitam di atas batu hitam pada malam yang pekat tanpa cahaya bulan atau bintang.

Begitu besar bobot yang dihadapi oleh seorang junduLlah dalam detik yang ia arungi. Tiap detik yang berlalu, menyempatkan diri untuk mengusik sang jundi.

Tak apa! Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama masalah itu ada kemudahan? Buat apa wajah terlipat, begitu pusing, apabila Allah menjanjikan pertolongan? Buat apa kehendak untuk lari meninggalkan kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita bakalan menemui ‘adn? Allah tak akan pernah ingkar janji.

Thulu’ut Thariq, katsratu’ aqabat, qillatur-rijal. Jalannya panjang, hambatannya banyak, dan pendukungnya sedikit. Ya, memang seperti itulah karakter jalan yang kita arungi. Kenali baik-baik. Lalu? Kalau masih ingin berada di sini, tetapkan ‘azam. Memang begitulah kita akan banyak dibenturkan dengan cadas, untuk melihat apakah kita kokoh.

Apa salahnya Allah lipat gandakan pahala untuk kita? “Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu.” (HR Muslim). Ikuti saja alur masalah ini dengan senyum. Maka sabar akan mengantarkan kita dari jalan yang terjal kepada padang bunga yang indah. Adalah berujung, setiap hal berat yang kita hadapi. Tapi tidak berujung, keridhoan Allah pada kita bila kita sukses mengarunginya.

Terasa sekali bila dakwah yang kita hadapi, bukanlah pekerjaan menyeru tanpa gangguan. Tapi kesudahan yang dirsasakan setelah satu masalah selesai, adalah kepuasan menyaksikan janji-Nya yang benar: “Setiap kesempitan akan disusul kemudahan.”

Terakhir… “Yang kami maksud dengan ats-tsabat adalah: Tetaplah anda sebagai aktifis dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sampai nanti bertemu Allah Rabbul ‘alamiin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu dari dua kebaikan: Berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya. Firman Allah SWT: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya (QS Al-Ahzab : 23). Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangakauannya serta banyaik rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.” Hasan Al-Banna mengenai Ats-Tsabat dalam 10 rukun bai’at.

 

Untuk saudara/I ku di kaderisasi UKM Fajrul Islam Universitas Gunadarma.

Allahu Akbar.

Untuk ‘azzam yang selalu berkobar.

Zico Alviandri

March 17, 2006

FITNAH DAN SUARA WANITA

Dr. Yusuf Qardhawi

 

PERTANYAAN

Sebagian  orang  berprasangka  buruk  terhadap  wanita. Mereka  menganggap wanita sebagai sumber segala bencana dan fitnah. Jika terjadi suatu bencana, mereka berkata,
"Periksalah   kaum   wanita!"   Bahkan  ada  pula  yang berkomentar,   "Wanita  merupakan   sebab   terjadinya penderitaan  manusia  sejak  zaman bapak manusia (Adam) hingga sekarang, karena wanitalah yang  mendorong  Adam untuk memakan buah terlarang hingga dikeluarkannya dari surga dan terjadilah penderitaan dan kesengsaraan  atas dirinya dan diri kita sekarang."

Anehnya,  mereka  juga  mengemukakan  dalil-dalil agama untuk menguatkan pendapatnya itu,  yang  kadang-kadang tidak  sahih,  dan adakalanya - meskipun sahih - mereka pahami   secara   tidak   benar,    seperti    terhadap hadits-hadits  yang  berisi peringatan terhadap fitnah wanita, misalnya sabda Rasulullah saw:

"Tidaklah aku tinggalkan sesudahku  suatu  fitnah  yang lebih  membahayakan  bagi laki-laki  daripada (fitnah) perempuan."

Apakah maksud hadits tersebut  dan  hadits-hadits  lain yang  seperti itu? Hadits-hadits tersebut kadang-kadang dibawakan oleh para  penceramah  dan  khatib, sehingga dijadikan  alat oleh suatu kaum untuk menjelek-jelekkan kaum   wanita   dan   oleh    sebagian    lagi    untuk menjelek-jelekkan Islam. Mereka menuduh Islam itu dusta (palsu)  karena  bersikap  keras  terhadap  wanita  dan kadang-kadang bersikap zalim.

Mereka  juga  mengatakan,  "Sesungguhnya suara wanita - sebagaimana wajahnya - adalah  aurat.  Wanita  dikurung dalam rumah sampai meninggal dunia."

Kami  yakin  bahwa  tidak ada agama seperti Islam, yang menyadarkan kaum wanita, melindunginya,  memuliakannya, dan  memberikan  hak-hak  kepadanya.  Namun, kami tidak memiliki penjelasan dan dalil-dalil sebagai yang Ustadz miliki.   Karena  itu, kami  mengharap  ustadz  dapat menjelaskan makna dan maksud hadits-hadits  ini kepada
orang-orang yang tidak mengerti Islam atau berpura-pura tidak mengerti.

Semoga Allah menambah  petunjuk  dan  taufik-Nya  untuk Ustadz  dan  menebar manfaat ilmu-Nya melalui Ustadz.

Amin.

 

JAWABAN
”Selengkapnya..>>”

Paham Asy’ariyah dan Maturidiyah

dari suatu sumber

Asy`ariyah adalah sebuah paham aqidah yang dinisbatkan kepada Abul Hasan Al-Asy`ariy. Beliau lahir di Bashrah tahun 260 Hijriyah bertepatan dengan tahun 935 Masehi. Beliau wafat di Bashrah pada tahun 324 H / 975-6 M.

Awalnya Al-Asy`ari pernah belajar kepada Al-Jubba`i, seorang tokoh dan guru dari kalangan Mu`tazilah. Sehingga untuk sementara waktu, Al-Asy`ariy menjadi penganut Mu`tazilah, sampai tahun 300 H. Namun setelah beliau mendalami paham Mu`tazilah hingga berusia 40 tahun, terjadilah debat panjang antara dia dan gurunya, Al-Jubba`i dalam berbagai masalah terutama masalah Kalam. Debat itu membuatnya tidak puas dengan konsep Mu`tazilah dan dua pun keluar dari paham itu kembali ke pemahanan Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Al-Asy`ariyah membuat sistem hujjah yang dibangun berdasarkan perpaduan antara dalil nash (naql) dan dalil logika (`aql). Dengan itu belaiu berhasil memukul telak hujjah para pendukung Mu`tazilah yang selama ini mengacak-acak eksistensi Ahlus Sunnah. Bisa dikatakan, sejak berdirinya aliran Asy`ariyah inilah Mu`tazilah berhasil dilemahkan dan dijauhkan dari kekuasaan. Setelah sebelumnya sangat berkuasa dan melakukan penindasan terhadap lawan-lawan debatnya termasuk di dalamnya Imam Ahmad bin Hanbal.
”Selengkapnya..>>”

Beberapa Proses dalam Mendukung Suksesnya Pengerjaan Suatu Proyek IT

Filed under: Artikel Umum
Sebuah proyek IT yang sukses tentunya ditentukan dari seberapa baiknya proyek tersebut menyesuaikan diri dengan tidak melebihi budget yang sudah ditetapkan dan juga bisa selesai tepat waktu atau malah sebelum dari waktu yang ditetapkan. Selain itu faktor kepuasan client tersebut (dalam arti memenuhi semua permintaan dengan benar) juga sangat menentukan sebagai parameter keberhasilan suatu proyek IT. Untuk bisa mencapai semua itu maka dibutuhkan komunikasi yang sangat baik dengan client atau pelanggan. Tools untuk komunikasi ini bisa berbagai macam, mulai dari tatap muka langsung, menggunakan e-mail, sarana telpon, messenger atau perangkat komunikasi lainnya. Komunikasi ini dilakukan salah satunya untuk melaporkan status pengerjaan suatu proyek IT beserta segala perubahan yang terjadi dalam proyek tersebut.

Setiap kali suatu proyek diterima maka selayaknya setiap perusahaan jasa solusi IT harus melaksanakan beberapa proses demi suksesnya proyek tersebut. Adapun beberapa proses tersebut akan dijelaskan berikut ini.

”Selengkapnya..>>”

Cinta kepada Rasulullah SAW

Semoga  dengan  membaca  kisah  berikut  ini  menjadikan  kita semakin
mencintai Nabi Muhammad, Rosululloh saw. Allah huma sholi ala Muhammad
wa ala alaihi Muhammad.

Dahulu  di  sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga
cempaka.  Ia  menjual  bunganya  di pasar, setelah berjalan kaki cukup
jauh.

Usai  jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk
masjid,  dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya,
ia  keluar  masjid  dan  membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia lalu
mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi
selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak
lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal lmatahari
Madura  di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh
tubuhnya.

Banyak  pengunjung  masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir
masjid   memutuskan  untuk  membersihkan  dedaunan  yang  ada  sebelum
perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika
ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun
daun  terserak  di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan
keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum
kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

"Jika  kalian  kasihan  kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan
kepadaku untuk membersihkannya."

Singkat  cerita,  nenek  itu  dibiarkan  mengumpulkan dedaunan seperti
biasa.   Seorang   kiai  terhormat  diminta  untuk  menanyakan  kepada
perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.
Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama,
hanya  Kiai  yang  mendengarkan  rahasianya;  kedua, rahasia itu tidak
boleh  disebarkan  ketika  ia  masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal
dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya  ini  perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal
saya  yang  kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya ini
tidak  mungkin  selamat  pada  hari akhirat tanpa syafaat dari Kanjeng
Nabi  Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan
satu  salawat  kepada  Rasulullah.  Kelak  jika  saya mati, saya ingin
Kanjeng  Nabi  menjemput  saya.  Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa
saya membacakan salawat kepadanya."

Kisah  yang  diceriterakan  oleh seorang Kiai Madura, D. Zawawi Imran,
ini bisa membuat bulu kuduk kita merinding. Perempuan tua dari kampung
itu  bukan  saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus.
Ia  juga  menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan
amal  dihadapan  Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran
spiritual  yang  luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat
bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua
alam selain Rasulullah saw?

" Allahumma  Shollii  Alaa Sayyidina Muhammad wa Alaa Alihi Sayyidina
Muhammad "

Diketik ulang dari buku "Rindu Rosul", karangan Jalaluddin Rakhmat

Dari milis surau