April 27, 2006
Seorang sholihin berkata,
“Aku memperhatikan dan memikirkan dari pintu mana syetan masuk ke dalam diri manusia. Ternyata ia masuk melalui sepuluh pintu :
Pertama, Serakah dan buruk sangka. Maka aku melawannya dengan sifat qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) dan sikap percaya (yakin).
Kedua, cinta kehidupan dan panjang cita-cita. Maka aku melawannya dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba.
Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka aku melawannya dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.
Keempat, ujub (bangga diri). Maka aku melawannya dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.
Kelima, Meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka aku melawannya dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka.
Keenam, dengki. Maka aku melawannya dengan qona’ah dan puas dengan apa yang Allah bagikan kepada makhluk-Nya.
Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka aku melawannya dengan ikhlas.
Kedelapan, kikir. Maka aku melawannya dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.
Kesembilan, sombong. Maka aku melawannya dengan sifat tawadlu (rendah hati).
Kesepuluh, tamak. Maka aku melawannya dengan tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan apa yang ada pada manusia).
Disadur dari buku Komitmen Muslim kepada Harokah, Fathi Yakan.
”Dan , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul , kami menjadi saksi". agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini, atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu ?" (Al-A’raf 172-173)
Pentingnya Mengenal Allah
Tujuan Allah menghidupkan manusia di bumi adalah agar manusia beribadah kepada Allah swt. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(Adz-dzariat : 56).
Seseorang yang mengenal Allah SWT, akan tahu akan tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia dicipitakan dan untuk apa ia berada di atas dunia. Sebaliknya, seseorang yang tidak mengenal Allah tentu ia akan terpedaya dan terpukau oleh indahnya dunia, yang pada gilirannya ia habiskan umurnya untuk mencari dunia dan menikmatinya.
”Selengkapnya..>>”
April 26, 2006
Tulisan ini pernah dimuat di muslimmuda.com
Rekan muda, gelar ABG ( Anak Baru Gadang / Gede) biasanya diberikan pada anak yang baru memasuki masa remajanya. Dinamai baru gede karena mereka memasuki masa transisi antara dewasa dan anak-anak, di mana mereka sudah mulai dipercaya menjaga diri sendiri dan tidak dianggap menjadi anak-anak lagi.
Tingkah mereka ini kadang menggelikan dan kadang menjijikkan. Ketika mereka senyam-senyum sendiri karena mendapatkan cinta pertama mereka, mereka terlihat lucu dan menggemaskan. Ketika mereka kalang-kabut ketika mendapat jerawat pertama, mereka terlihat lucu, kasihan, dan menjijikkan apabila kita melihat jerawatnya. Ketika mereka mulai berani pulang malam, pergi ke bioskop, tak mau mendengarkan omongan orang lain, sok gede, dan…. sudahlah, kita nggak usah ngomongin kelakuan Webmaster dan Public Relation-nya muslimmuda. Yang lalu biarlah berlalu.
”Selengkapnya..>>”
Ummul Mu’minin Zainab r.ha. adalah seorang putri paman Rasulullah saw, alias sepupunya Rasulullah saw. Pada mulanya, Zainab menikah dengan Zaid r.a., salah seorang hamba sahaya yang telah dimerdekakan oleh Rasulullah saw. Zaid sendiri, setelah dimerdekakan, tetap ingin bekerja kepada Rasulullah sehingga beliau begitu dekat dengan Rasulullah. Saking dekatnya, Zaid menjadi anak angkat Rasulullah dan sangat disayangi oleh Rasulullah saw. Karena itulah, Zaid memiliki julukan Zaid bin Muhammad saw.
Pernikahan Zainab dengan Zaid tidak dapat berlangsung lama, karena perbedaan kebiasaan dan latar belakang. Zaid berlatar belakang budak dan terbiasa dengan kehidupannya. Sedangkan Zainab adalah seorang bangsawan. Karena sulit untuk beradaptasi, keduanya pun sepakat bercerai. Namun perceraian inilah pembuka pintu hikmah, terjadinya sebuah revolusi adat oleh Islam.
”Selengkapnya..>>”
Not every flower can represent love
but roses did it.
Not every tree can stand thirst,
but cactus did it.
Not every monkey can read this message,
but hey you just did it!
Enjoy your day, and don’t forget to smile
Operator : Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot. Adakah yang
bisa saya bantu?
Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.
Operator : Boleh minta nomor KTP anda pak?
Konsumen : Tunggu, ini nih : 6102049998-45-54610.
Operator : Ok pak XXX, anda tinggal di jalan hangtuah no.16, nomor
telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673, HP anda
081127894022, anda menelpon dari mana ?
Konsumen : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no. telp saya?
Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat, pak.
Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza ?
Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.
Konsumen : Kenapa?
Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah
tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.
Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?
Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?
Operator : Minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul "Popular
Hokkien Dishes" dari perpustakaan nasional.
Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa
semuanya ?
Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda
yang berjumlah 7 orang. Total keseluruhan adalah Rp 190.000.
Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?
Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda
telah Over Limit dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000
sejak bulan agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan
kontrak rumah anda.
Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit
sebelum orang kamu datang nganter Pizza.
Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa
batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.
Konsumen : GAK SOPAN…udahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan
bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?
Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu,
bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak.
Konsumen : APA ????
Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2015
dengan no pol B3344CD, betul kan pak ?
Konsumen : Sialan, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom
pernah ngerasain ditonjok ya!!
Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 mei
2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor
kepada seorang polisi ??
Konsumen : (Diamm,,,,….)
Operator : Ada yang lain pak?
Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis
coca cola 3 cup kan?
Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap
DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak…
Konsumen : KURANG AJAR!!!!!!!!!!!!!!! BATALIN AJA SEMUA!!!!
Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk komplain, saran dan
kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan
passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda
pesan…terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot….
April 19, 2006
1.Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)
2.Jangan langsung makan buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan
3.Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan basa yang tinggi. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.
4.Jangan mengendorkan ikat pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.
5.Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan system pencernaan di dalam perut kita.
6.Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan system pencernaan tidak mampu menyerab nutrisi dari makanan yang telah kita makan.
7.Jangan langsung tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.
KOREA UTARA, ahli nuklir presiden Korea Utara Kim Jong Ill datang menghadap:
Presiden Kim: "Kita harus menghadapi Amerika!, kita harus buktikan kemampuan nuklir kita, cepat kamu luncurkan rudal jarak jauh kita Tae podong."
Ahli nuklir : "Maaf pak, bukankah kita sesungguhnya tidak punya hulu ledak nuklir!"
Presiden Kim : "Saya tau, luncurkan saja tanpa memakai hulu ledak apapun!!"
Akhirnya Korea utara meluncurkan rudal kosongnya menembus los anggles, Tentunya tidak meledak, semua koran dan TV memberitakannya dan tertawa!
Beberapa waktu kemudian Presiden Kim muncul di TV korea utara dan mengatakan,
"Militer kami sengaja melakukan itu untuk membuktikan kemampuan jarak peluncur rudal kami (tae podong), selanjutnya rudal kami akan diisi hulu ledak Nuklir!!"
Amerika terkejut dan ketakutan, pejabat amerika mengadakan kesepakatan damai dan akan memberikan bantuan uang untuk merekstruturisasi pembangunan korea utara dengan catatan Korea Utara tidak meluncurkan Nuklir.
Di markas besar Korea Utara,
Ahli nuklir : "Pak, negara kita adalah negara berdaulat kenapa kita mau berdamai dengan negara seperti Amerika"
Presiden Kim : "Kamu tau apa sih!! sudah kah kau terima uang pembangunan dari Amerika itu!!"
Ahli nuklir : "Sudah pak ini uangnya!!"
Presiden Kim : "OK, cepat kau pergi ke China!!"
Ahli nuklir : "Bukannya uangnya untuk pembangunan negara kita pak!!"
Presiden Kim : "Kau bodoh sekali!!! kau kesana untuk membeli 20 hulu ledak nuklir!! Sekarang kita bisa meluncurkan rudal kita ke Los angles dengan Nuklir sungguhan!!"
Seperti juga nama2 Tionghoa, di balik nama-nama Jawa ada harapan dari orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan.
contohnya :
Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
Pandai membaiki mobil, diberi nama Karman
Pandai main golf, Parman
Pandai dlm korespondensi, Suratman
Gagah perkasa, Suparman
Kuat dalam berjalan, Walkiman
Berani bertanya, Asman
Ahli membuat kue, Paiman
Pandai berdagang, Saliman
Pandai melukis, Saniman
Agar jadi orang kaya, Sugiman
Agar besar nanti bisa Carmuk, Yasman
Suka begituan, Pakman
Suka ngerugiin orang lain, Kuman
Suka makan toge goreng, Tugiman
Selalu ketagihan, Tuman
Suka telanjang, Nudiman
Selalu sibuk terus, Bisiman
Biar pinter main game …. Giman
Biar sering combus …. Pardiman
Biar bisa sering cuti …. Sutiman
Biar jadi juragan sate …. Satiman
Biar jadi juragan terasi …. Tarsiman
Biar jadi problem solver …. Sukarman
Biar kalau ujian ndak lulus-lulus …. Herman
Biar pinter bikin jus …. Yusman
Biar jadi orang yang berwibawa …. Jaiman
Biar jadi pemain musik …. Basman
Biar awet muda …. Boiman
Biar pinter bertengkar …. Warman
Biar jadi orang Bali …. Nyoman
Biar jadi orang Sunda …. Maman
Biar jadi orang India …. Hanoman
Biar jadi orang Belanda …. Kuman
Biar sampai kiamat tetep di Jogja …. Sleman
Biar ndak pakai mesin tetep bisa jalan …. Delman
April 13, 2006
A man came home from work late, tired and irritated, to find his 5 year old son waiting for him at the door.
"Daddy, may I ask you a question?"
"Yeah, sure, what is it?" replied the man.
"Daddy, how much money do you make an hour?"
"That’s none of your business! What makes you ask such a thing?" the man said angrily.
"I just want to know. Please tell me, how much do you make an hour?" pleaded the little boy.
"If you must know, I make $20.00 an hour."
"Oh, " the little boy replied, head bowed. Looking up, he said, "Daddy, may I borrow $10.00 please?"
The father was furious. "If the only reason you want to know how much money I make is just so you can borrow some to buy a silly toy or some other nonsense, then you march yourself straight to your room and go to bed. Think about why you’re being so selfish. I work long, hard hours everyday anddon’t have time for such childish games."
The little boy quietly went to his room and shut the door. The man sat down and started to get even madder about the little boy’s questioning. How dare he ask such questions only to get some money. After an hour or so , the man had calmed down, and started to think he may have been a little hard on his son. May be there was something he really needed to buy with that $10.00 and he really didn’t ask for money very often. The man went to the door of the little boy’s room and opened the door. "Are you asleep son?" he asked.
"No daddy, I’m awake," replied the boy.
"I’ve been thinking, maybe I was too hard on you earlier," said the man. "It’s been a long day and I took my aggravation out on you. Here’s that $10.00 you asked for."
The little boy sat straight up, beaming. "Oh, thank you daddy!" he yelled. Then, reaching under his pillow, he pulled out some more crumpled up bills. The man, seeing that the boy already had money, started to get angry again. The little boy slowly counted out his money, then looked up atthe man.
"Why did you want more money if you already had some?" the father grumbled.
"Because I didn’t have enough, but now I do," the little boy replied. "Daddy, I have $20.00 now… Can I buy an hour of your time?"
Di sini, saat dzauq terhampar di kalbuku
Aku memintal gundah-gundah kerinduan
Melemparkannnya ke atas pada-Mu dan memanjatnya
Hingga terlihat kecilnya bumi
Ada ragaku tertinggal di bawah sana
Tampak kusam, dan begitu pantasnya tercambuk
Tapi kini aku di sini, Tuhan
Membawa sekeranjang kesadaran
Menjemput maghfiroh-Mu
Aku hambu-Mu
Engkau Tuhanku
Di sudut ruangan
Ku renung hikmah Ramadhan
Adakah ini bulan kesempatan
‘tuk pinta ampunan
kujajaki sepi
bersama renungan ayat suci
dalam keagungan asma-Nya
bergetar jiwa yang berlumur dosa
kiranya ku pun bisa mengingatMu Tuhan
di lautan dosa
di padang nestapa
di benua hina
Tuhanku bantulah aku melihat suci
Mataku nanar di silau dosa kini
Dengan apa aku bisa bersihkan diri
Dari lumpur berceceran di tubuh ini
Ku ingin bertaubat
Dan bersihkan hasrat
Dibuat waktu SMP
Bilakah ia genap?
Di hadapan, duri cantik menari
Bergerombol meluncur menyerbu hati
Aku ganjil sendiri
Bilakah ia genap?
Sedang jalan tak terbilang panjang
Banyak lubang bentang merintang
Samar terlampau acap jatuhkan
Tiada kawan bantu bangkitkan.
Bilakah ia genap?
Kerap kelam diliputi awan
Tiada tempat hujan curahkan
Pendam sendiri, tiada tercerahkan.
Bilakah ia genap?
April 7, 2006
<sebuah surat untuk adk baru>
Masa tahun pertama kuliah adalah masa transisi yang sensitif. Terdapat banyak kejutan yang akan dialami oleh mahasiswa baru, mulai dari sistem akademik yang sama sekali beda dengan masa sekolah dulu, cara belajar yang harus direvolusi mengikuti sistem akademik perkuliahan, sampai merombak kembali manajemen waktu yang dimiliki semasa sekolah dulu untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi perkuliahan yang biasanya berlangsung dari pagi sampai sore.
Masalah akademik, mungkin mahasiswa baru (termasuk saya) perlu banyak belajar kepada senior yang notabene telah memiliki usia lebih lama di kampus dibanding kita, anak kemarin sore di kampus ini. Tapi masa sensitif yang kita miliki itu bukanlah sekedar dalam permasalahan akademik. Seorang mahasiswa baru dalam masa transisi ini adalah seorang yang sedang mencari identitas diri dan begitu labil dan mudah terpengaruh.
Sebagai komunitas yang telah merelakan diri menjadi du’at di jalan-Nya, masa sensitif ini dapat kita manfaatkan dengan cantik. Di sekitar kita, bertebaran kawan-kawan kita yang inner-conciousness atau kesadaran dirinya sedang butuh diisi. Mereka bingung menempatkan perannya di kampus ini.
Oleh karena itu akan sangat mudah sekali terlihat jiwa-jiwa hanif di antara kawan-kawan kita apabila kita cermat mengamati. Mereka biasanya cepat ‘nyambung’ apabila diajak berbicara mengenai keislaman. Apalagi apabila kita sudah memiliki kredit point di mata mereka sebagai seorang yang sedikit faqih mengenai dinul Islam, maka kita akan menjadi sasaran kaduan dari mereka mengenai masalah-masalah keislaman aktual yang mereka rasakan. Jiwa-jiwa hanif inilah prioritas dakwah kita.
Orang-orang seperti ini akan terbagi dua: ada yang mau diajak untuk bergabung dalam komunitas Islam legal formal kampus, ada juga yang cenderung menghindar untuk terjebak dalam kesibukan organisasi. Sesuai sasaran dasar da’i, yaitu pengingkaran manusia akan thogut, tak ada alasan bagi kita untuk kecewa atas golongan yang kedua itu. Kita terus saja menyebarkan opini keislaman kepada mereka, dan melayani sejauh mana keinginan mereka untuk menggali wawasan keislaman dari kita. Intinya, dakwah fardiah!
Sebenarnya ada celah positif untuk mengolah semangat mereka lebih baik. Biasanya alasan mereka tak ingin ikut organisasi adalah karena takut akan sibuk dan ‘tak mau capek’. Kalau kita ingin melakukan manuver atas hal ini, bisa saja kita tawarkan kepada mereka mentoring eksklusif tanpa dicover dengan organisasi. Kita bisa mengambil mentor dari Rohis atas persetujuan mereka, dan adakan acara pekanan itu di tempat kos salah seorang dari mereka yang masih memiliki semangat keislaman itu. Mentoring inilah (atau pengajian kelas) yang kemudian kita harapkan merubah paradigma mereka tentang hidup sehingga mereka mau untuk berlelah-lelah bersama kita dalam barisan da’wah ini.
Hati-hati, apabila semangat ini tidak keburu diolah dengan baik oleh kita, maka biasanya bara itu akan meredup dan padam setelah tahun-tahun perkuliahan berikutnya. Takutnya, inner-conciousness mereka terisi oleh hal-hal yang tidak baik yang mereka dapatkan dari buruknya pergaulan. Dan apa jawaban kita kepada Allah swt kelak, apabila kita diminta pertanggung-jawabannya mengenai masalah mereka? Semangat yang ada terbuang percuma dikarenakan tidak pekanya kita terhadap mereka. Karena itu, selagi masih menjadi mahasiswa baru yang memiliki banyak kesempatan, berdakwah fardiah-lah. Sesungguhnya dakwah fardiah itu indah dan memiliki banyak seni manuvernya, dan paling efektif untuk mahasiswa tahun awal.
———-
Zico Alviandri
April 6, 2006
Di depan kelas kini sudah berdiri Pak Amrizal yang akan mengajarkan pelajaran kimia. Pak Amrizal itu pun kemudian menuliskan tulisan “Materi” ke papan tulis.
“Baik anak-anak, sekarang kita belajar mengenai materi.” Ujar pak Amrizal setelah mengucapkan salam.
“Seperti telah diulas sedikit pada pertemuan terakhir, bahwa materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Sekarang, siapa yang tahu contoh materi ini?”
Karena khawatir terhadap budaya cemooh-nya Indonesia yang begitu kental, maka tak seorang anak pun yang mau menjawab.
“Baiklah kalau tidak ada yang mau menjawab. Bapak akan panggil melalui absen.” Pak Amrizal mengambil absen untuk kemudian menyebut sebuah nama, “Syafrie!”
“Contoh materi itu… mmmm… ya materai, Pak.”
“Materai?”
“Iya, yang kayak prangko itu lho.”
“Oke deh, ananda… Baik, nomor absent 24, Hafidz Alyusra, apa lagi contoh materi?”
“Materazzi Pak!” Jawab Hafidz yang gila bola.
“Apa itu?”
“Pemain belakang Inter Milan, Pak.”
“Oooh, jadi Materazzi itu mewakili manusia. Ya, manusia itu memang materi. Sekarang… Imam Taufik. Apalagi contoh materi?”
“Cewek Matre, Pak.”
“Lho, manusia kan udah disebut. Yang laen dong.”
“Oh ya, duit Pak.”
“Baik-baik. Tampaknya kalian sudah mengerti apa itu materi. Jadi…”
“Pak, kalau materi itu memiliki massa dan menempati ruang, maka ada suatu benda yang sangat cocok dan paling cocok disebut materi.” Interupsi Hamzatil Frengki.
“Apa itu?”
“Kursi, Pak.”
“Oh ya. Kursi memang termasuk materi. Tapi dari mana kamu berkesimpulan bahwa kursi paling cocok dikatakan materi.”
“Karena kursi memiliki massa pak. Coba, orang kalo mau dapet kursi, misalnya untuk pemilihan gubernur, dia kasak-kusuk cari masa. Sampe-sampe Presiden pun dijadiin masa dia. Nggak peduli banyak masa yang nggak suka sama dia.
Apalagi musim kampanye dan pemilu. Banyak yang ribut cari masa supaya dia dapet kursi di MPR atau pun di DPR yang sekarang dipimpin terdakwa. Pokoknya, kursi itu memiliki masa deh.
Dan kursi itu juga menempati ruang lho. Baik ruang MPR, ruang DPR plus terdakwa, ruang Gubernur, ruang DPRD, sampe ruangan yang bernama hati. Kalo di ruangan hati itu, jelas banyak orang yang memiliki hati yang ditempati kursi. Nggak peduli itu politikus, tukang becak yang mimpi jadi gubernur, sampe aktifis dakwah sekali pun. Banyak juga yang hatinya ditempati kursi.”
“Mmm… ya, ya… benar kata-kata mu, Nak. Memang kursi itu benar-benar memiliki massa dan menempati ruang. Kursi memang sebuah materi. Menurutmu, bagaimana dengan kursi Allah, apakah materi?”
“Jelas. Kursi Allah kan dalam ayat kursi dikatakan terdiri dari langit dan bumi. Hitung aja sama bapak sendiri berapa massanya langit dan bumi. Juga menempati ruang, yaitu jagad raya ini. Nah, kursi Allah ini sebenarnya lebih besar dari kursi-kursi yang ada. Tetapi nggak ngerti kenapa kok banyak yang nggak nyadar, bahwa ia berada di kursi Allah. Bukannya memuji Allah Yang Memiliki Kursi yang Agung, eh tapi dia rebutan kursi yang cuma berapa harilah jangka waktunya. Seharusnya orang-orang pencari massa dan ingin menempati ruang ini membaca ayat kursi minimal dua kali sehari, pagi dan petang.”
“SubhanaLlah. Bagus sekali paparanmu tentang kursi. Lalu tentang materi, bagaimana menurutmu Frengki?”
“Wah, sebenarnya materi itu udah dijadikan sembahan, Pak. Tanyain aja ke orang-orang, apa tujuan hidup kamu? Paling jawabnya pingin punya rumah gede lah, punya uang banyak lah. Yah, semua itu kan cuma materi. Padahal, ketika manusia sudah pindah ke alam baka’, sudah tidak ada lagi HP yang menempati ruang, CD Meteor Garden, baju, bola, game, semuanya tidak menempati ruang kecuali amal soleh yang berwujud kawan kita kelak. Amal soleh itulah yang menjadi materi ketika kita di alam baqa’. Seharusnya manusia mencari materi berupa amal soleh itu, Pak. Sekali pun di dunia tidak memiliki massa dan menempati ruang, tetapi pahala itu menempati ruang di alam kubur, dan memiliki massa di jembatan timbangan kelak.”
“Ya… ya… ya. Betul kata kamu Frengki.
Materi yang sejati adalah amal soleh. Menempati ruang ketika kita di kubur nanti dan memiliki massa ketika kita ditimbang oleh Allah kelak. SubhanaLlah.
Baik, kita akan meneruskan pandangan materi ini dari prespektif kimia…”
————
Zico Alviandri