Tuhan
Pada hadapanku
Terhampar rumpun-rumpun bunga
Bersama dayunya
Angin menerbangkan aroma merah jambunya padaku
Di celah tatapanku saat ku memegang sebuah sapu
Tuhan
Hampir terlepas sapu ini
Dan ku petik sekuntum
Karena pada masa ini
Aku berpijak pada asap
Menghirup warni gemerlap
Hingga lidahku gagap
Menyebut nama-Mu
Tuhan
Tersadar aku
Bunga itu hanya akan menghiasi kuburku.
