Bismillahirrahmanirrahiim
Akh, alhamdulillah kalau antum masih mau mendengarkan ana, masih meminta ana untuk memberikan saran-saran bagi antum. Karena ana saat ini merasa tidak dibutuhkan lagi, merasa dibuang begitu saja, dll. Yah, Murobbi sudah menasehati bahwa hal seperti ini wajar, dimana setelah masa jayanya, seseorang kadang dibuang setelah tidak dibutuhkan. Kalau antum kelak mendapatkan keadaan seperti itu, kenanglah keadaan ana sehingga antum tidak akan merasa bahwa antum sendirian diperlakukan seperti itu.
Akhi, saat-saat reorganisasi adalah saat-saat genting bagi kaderisasi, karena saat-saat tersebut kaderisasi dituntut mempersiapkan kadernya untuk melanjutkan kerja dakwah. Kaderisasi dituntut untuk memberikan garansi bahwa kader-kader penerus dakwah selanjutnya telah siap secara fikriyah dan ruhiyah.
Karena itu, saat-saat menjelang reorganisasi, kaderisasi harus sibuk untuk menyediakan suplemen-suplemen atau bekal-bekal yang tepat bagi para kadernya. Dan pemberian suplemen tersebut, harus diperhitungkan dengan matang agar suplemen yang diberikan adalah suplemen yang tepat. Bukan suplemen yang tidak mereka perlukan atau belum saatnya mereka dapatkan sehingga menjadi percuma.
Lakukanlah musyawarah dengan rekan-rekan antum di department untuk menelaah bekal-bekal apa saja yang layaknya diberikan kepada kader-kader antum.
Untuk mempersiapkan bekal-bekal yang akan antum berikan, hal yang bisa antum lakukan adalah:
1. Pertimbangkan berdasarkan pengalaman antum, atau teman-teman, apa saja yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja dalam jamaah dakwah di Gunadarma ini?
Pada mahasiswa baru yang baru tergabung, tentu mereka membutuhkan ma’rifatul maidan. Tetapi pengenalan medan ini bukan cuma dibutuhkan oleh mahasiswa baru, atau kader yang baru bergabung. Tetap saja kader-kader yang sudah cukup berperan di dakwah kampus Gunadarma perlu diberikan pengenalan medan.
Hal lain, ana sangat concern sekali terhadap fiqh prioritas. Untuk kader dakwah dimanapun medannya, fiqh aulawiyat, fiqh realitas, fiqh kontemporer adalah suatu hal yang wajib ia kuasai. Fiqh aulawiyat/prioritas membuat ia mengambil keputusan dengan efisien, fiqh realitas membuat ia bijaksana, dan fiqh kontemporer membuat ia tidak melangkah pada hal yang haram. Semua itu menjadi penunjang bagi fiqh dakwah. Dan kesemua itu berasal dari fiqh siroh. Akhi, introspeksikanlah, sudahkah kader kita memiliki pemahaman seperti itu?
Lalu apalagi menurut antum? Suasana ruhiyah sangat penting bukan? Maka sering-seringlah adakan usbu’ ruhi (hal yang tidak pernah ana lakukan selama menjadi kaderisasi). Tetapkan amalan-amalan yang harus dilakukan selama sepekan. Misalnya pada pekan pertama bulan April antum tetapkan sebagai usbu’ ruhi (pekan ruhiyah). Seorang kader harus minimal tilawah tiap hari sebanyak 3 lembar, shoum pada senin dan kamis, sholat malam minimal 3 kali sepekan itu, dll. Lalu jadikan hal tersebut sebagai introspeksi kader, apakah kader mampu memenuhinya? Antum kumpulkan laporannya (biarkan mereka menyembunyikan identitas) lalu hasilnya diumumkan di secretariat. Biar menjadi introspeksi kolektif kader!!!
Materi-materi tentang kepemimpinan juga penting. Mereka juga butuh kemampuan bargaining position (karena posisi tawar kita lemah, pada acara PPSPPT, kita sering kalah untuk “menyudahi” acara fakultas agar kemudian maba sholat dan mentoring. Juga penting untuk menghadap pak Irwan beserta gangnya). Mereka juga butuh pemahaman tentang bagaimana rapat/syuro yang efektif. Juga manajemen konflik.
Dan sebagainya dan sebagainya.
Hmm… ini ana berikan ide strategisnya saja. Silakan antum pikirkan teknisnya .
2. Lakukan survey
Survey ini ana lakukan tiap kali tatsqif, pada kepengurusan Ilham. Hasil survey sangat membantu ana untuk membuat keputusan, apa saja yang harus ana lakukan. Apa saja yang mereka butuhkan!!!
Pertanyaan-pertanyaan survey itu bisa terdiri dari:
- Interaksi mereka terhadap materi halaqoh/mentoring.
Pada konteks ini, antum berikan pertanyaan-pertanyaan tentang materi halaqoh.
- Kedalaman tsaqofah
Berikan pertanyaan tentang hal-hal umum. Cek apakah mereka cukup wawasan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
- Aqidah
Berikan contoh-contoh kasus, uji mereka. Akhi, aqidah ini sangat penting!!! Bagi salafy, aqidah merupakan fokus dakwah mereka. Tentu saja, untuk apa kita menyeru manusia kalau tidak untuk memurnikan aqidah mereka? Lalu bagaimana mungkin aqidah umat menjadi selamat apabila aqidah du’atnya saja tidak selamat?
- Pemamahan terhadap siroh
Pada zaman kepemimpinan akh Slamet, pernah ana survey tentang pemahaman kader tentang siroh. Saat itu pertanyaannya tentang penyebab perang badar (atau uhud? Ana sudah lupa). Sangat sedikit sekali yang menjawab dengan tepat. Menyedihkan.
Well… dari survey itu antum bisa putuskan antum akan memberikan kajian tentang apa? Antum akan memberikan dauroh yang isinya tentang apa?
Ide-ide ini akan lebih aman apabila ana tulis dan kemudian ana simpan. Memang lebih asyik berdiskusi, tapi malam ini ada pikiran liar yang harus ana tangkap.
