August 19, 2007

Penjara Dunia instead of Penjara Akhirat.

Filed under: Orat Oret

"Ad-Dunya sijnul mukmin wa jannatul kafirin". (HR Muslim)

Arti hadits di atas adalah dunia itu adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir. Berarti apa ya? Hidup di dunia ini bagi mukmin bagaikan di penjara. Seorang mukmin, tentu saja akan mematuhi larangan-larangan yang telah Allah tetapkan. Makanan seorang mukmin diatur, dilarang makan babi, dilarang minum khomr, darah, bangkai, dll. Dalam berbisnis, ada larangan-larangan bagi mukmin, tidak boleh memakan riba, tidak boleh curang, tidak boleh berbisnis yang membuat orang berbuat maksiat, dll. Seperti dikekang dalam penjara.

Bagi orang kafir? Terlebih atheis, orang kafir tidak mengenal larangan yang macam-macam dalam hidupnya. Memang ada agama yang melarang pemeluknya memakan daging hewan. Juga agama samawi mengenal larangan-larangan yang dikenal dalam Islam. Tapi toh, keterikatan orang kafir terhadap tuhan (t kecil :D ) mereka tidak sekuat keterikatan mukmin dengan Robbnya. Orang kristen diperintahkan oleh Yesus untuk memberikan pipi kirinya apabila pipi kanannya ditampar orang, adakah yang benar-benar berbuat seperti itu? Yang ada juga menampar double. (Gedungnya di bom, eh malah ngebales dengan ngebom banyak kota sekaligus :D . Kota orang yang gak ada hubungan dengan pengeboman gedung itu padahal :p)

Memahami hadits ini, adakah kita harus menunjukkan hidup seperti benar-benar dalam penjara? Tidak bisa hidup mewah, selalu terlihat sengsara… Suatu ketika ada seorang mukmin yang berjalan di atas kendaraannya dengan pakaian yang mewah. Melihat hal itu, seorang kafirin mengkritisinya, bukankah seharusnya seorang mukmin itu hidup bagaikan dalam penjara di dunia ini. Lalu mukmin tersebut berkata, yang intinya, "Saya hidup dengan kemewahan seperti ini di dunia, adalah seperti penjara dibanding yang akan saya dapatkan di surga nanti. Dan anda dengan kemiskinan seperti itu di dunia, bagaikan surga dibanding apa yang anda rasakan di neraka nanti."

Telak!!

Dunia itu penjara bagi mukmin, dengan berbagai larangan yang turun dari Robbul Izzati. Bagi saya, hidup di dunia ini memang pahit. Selalu ada saja masalah. Dan masalah (baca: ujian) itu memang sudah menjadi bagian hidup orang mukmin.

Mungkin orang bilang, "Life is beautiful". Bo, gak peduli mukmin atau kafir, yang namanya masalah selalu ada. Orang kafir dengan segala kebebasan yang ia miliki, tetap saja tertimpa masalah. Bedanya dengan mukmin, seharusnya masalah itu tidak membuat seorang mukmin berkeluh kesah. (Hadits mengatakan sungguh ajaib kehidupan seorang mukmin, apabila mendapat nikmat ia bersyukur, apabila mendapat musibah, bersabar.)

Misal kita disuruh mengangkat seorang atlit sumo. Mana lebih ringan mengangkat atlit itu di darat atau di laut (tepi laut?). Jelas di tepi laut, karena ada bantuan air laut yang menahan beban pesumo tersebut. Nah, saat berhadapan dengan masalah, seorang kafir seperti mengangkat pesumo di darat, sedangkan orang mukmin seperti mengangkat pesumo di laut. Masalah yang dihadapi orang mukmin dan orang kafir mungkin sama, tetapi bedanya, orang mukmin mendapat pertolongan dari Allah.

Hidup di dunia itu seperti penjara bagi saya. Punya banyak masalah, punya banyak keinginan yang tidak bisa terkabul di dunia… "Gak bersyukur banget sih, Zic? Itung deh, lu itu udah banyak banget nimat yang Allah kasih buat lu. Punya banyak kenikmatan yang orang laen gak dapet!!!"

Jah… bukannya bermaksud melontarkan kekecewaan terhadap Tuhan atas hidup yang ada. Oke deh, ada banyak hal yang harus saya syukuri instead of berkeluh kesah. Tapi Rasulullah ketika mensabdakan hadits seperti di atas bukan berarti sedang berkeluh kesah dong!!! Begitu juga saya!

Tidak ada semangat berkeluh kesah ketika saya bilang hidup itu tidak enak. Hidup itu seperti penjara. Tapi ungkapan itu sebagai motivasi saya untuk masuk surga! Memotivasi saya untuk merindukan surga yang penuh kenikmatan, yang tidak ada masalah di sana.

Salah satu penjara yang saya dapatkan di dunia ini adalah: di dunia ini saya diharuskan untuk menjaga pandangan. Padahal, yang namanya Jl Sudirman Jakarta, bejibun cewek-cewek kantoran yang… wow :D . Untuk dipandang aja menggoda, apalagi kalau ada kesempatan lebih jauh.. (na’udzubillahi min dzalik).

Sebenernya… gak tau deh bener apa gak… itu yang menjadi alasan saya untuk menempatkan kriteria "cantik" dalam mencari istri, sekalipun orang akan bilang "gak malu ama kaca nih anak!" Sebabnya, ketika saya melihat yang bening-bening di luar, istri yang cantik di rumah bisa menjadi penyeimbang. Tapi kalau balik ke rumah mendapati istri tidak seindah yang diluar… saya takut saya malah kecewa dan punya kecenderungan untuk… yah… mudah-mudahan tidak terjadi.

Tolong dooong.. yang membaca tulisan ini, saya minta pendapatnya. Kalau alasan saya itu salah, mohon banget dikoreksi di komentar :)

Tapi kemudian saya tidak lagi berpikiran seperti itu, kok. Sekarang ini, saya ingin mendapatkan istri yang bisa menolong saya agar bisa masuk surga dan tanpa sempat dihisab dulu. Saya butuh sekali istri seperti itu!!!

Percuma, saya mendapat keindahan di sini tetapi keindahan itu tidak bisa menolong saya dari kesengsaraan di akhirat. Bayangkan, satu hari di akhirat itu sama dengan seribu tahun di dunia. Menikmati gadis cantik selama - anggap lah - 40 tahun, tapi tidak bisa menolong, misalnya, satu hari terbakar di akhirat, buat apa??? Selisih 960 tahun. Ih sereeem…

Alhamduillah paradigma saya saat ini bisa berubah :) . Saya kesampingkan kriteria cantik, minang, dan cerdas demi menolong saya dari penjara yang lebih hebat lagi. Saya berharap Allah memberikan istri yang bisa saya terima kehadirannya, dan bisa menolong saya dari siksa akhirat. (Syukur-syukur kalo dia minang, cantik, dan cerdas. Teteeep…)

Biarlah, mungkin di luar lebih indah dari di rumah (seperti terpenjara). Tapi yang penting saya terhindar dari penjara yang lebih hebat lagi di akhirat!!!

August 14, 2007

Fenomena PKS dan Fenomena Ghurur!!

Filed under: Orat Oret

Fenomena PKS dan Fenomena Ghurur!!

Tadi malam (14 aug 2007) di todays dialog Metro TV, ada pembicaraan tentang fenomena PKS.

Pukul 21:43:40 di sms temen, "DARI FPKS:Ikuti Todays Dialogue mlm ini jam22 metrotv,tema:"PKS ANCAMAN BG PARTAI2 BESAR PEMILU 2009?" Mahfudz Siddiq/PKS&Burhanudin/Golkar SEBARKAN!dewi.s"

Berhubung sepupu berkunjung untuk membereskan program sistem informasi TU sekolah tempat dia bekerja, saya cuma bisa nonton bagian akhir dari acara itu.

Setelah Pilkada DKI, para pakar maupun masyarakat menyatakan kesalutannya terhadap PKS. Bekerja sendirian, tapi mampu mencapai 42% lebih suara. Dimusuhi 20 partai, KPUD, kiai-kiai kampung yang memfitnah PKS sebagai GAM (Gerakan Anti Maulid) dan anti Tahlilan, RI1&RI2 (penunjukan Prijanto konon dari RI1. RI2? Jelas-jelas berpihak pada Foke), didemarketing dengan isu penegakkan syari’at, dll. Masih bisa meraih suara 42% lebih. Bukan cuma itu, lihat siapa calon yang diusung PKS? Seberapa terkenalkah Adang Darajatun sebelum 2007? Sangat sedikit yang mengenal. Lalu siapa Adang Darajatun? Mantan Wakapolri. Seorang polisi! Profesinya dibenci oleh masyarakat karena prilaku yang kotor dalam bertugas. (Oknum siiih…. tapi kok oknum bisa jadi mayoritas ya? Gimana masyarakat ga tergoda untuk menggeneralisasi).

Intinya? Setelah menghadapi rintangan dan tantangan menghadang, PKS….. kalah dalam pemilu. Kalah tapi dengan kepala mendongak. 42% lebih bo!

Itulah alasan PKS jadi buah bibir masyarakat.

Lalu bagaimana kadernya pasca kekalahan? Hmm… let’s see…. setelah berinteraksi dengan beberapa kader PKS, juga melihat-lihat internet sana-sini… jangan salahkan saya kalau saya mengambil kesimpulan bahwa kader PKS sedang terjebak dalam ghurur, dalam ujub, bahkan rasa sombong atas raihan suara PKS (sekali lagi jangan salahkan saya. Kalau benar, itu dari Tuhan, kalau salah, itu dari syetan yang membisikkan yang salah-salah. Salahin setan aja :p).

Kader sedang sibuk mengembangkan kupingnya lebar-lebar, ingin mendengar setiap pujian yang disampaikan orang-orang tanpa luput. Setiap acara di JakTV atau dari Metro TV atau stasiun televisi lain yang membahas tentang PKS, akan cepat tersebar di kalangan kader. Mereka saling menginformasikan agar jangan sampai acara itu terlewati. Kader sedang sibuk membuka matanya lebar-lebar atas pemberitaan di koran atau internet yang menyatakan kesalutannya atas fenomena PKS.

Bangga!!! PKS dipuji dan kadernya bangga. Walau entah seberapa besar peran seorang kader dalam memperjuangkan kemenangan PKS dalam pilkada kemarin, kader tersebut akan sangat sangat bangga dengan sanjungan terhadap PKS. Kepada teman-temannya, kader tersebut memperbincangkan fenomena PKS, berharap ada pujian dari mereka.

Teruslah seperti itu, agar PKS terperosok jauh pada 2009. Lupakanlah fenomena Hunain. Kesombongan telah mengalahkan hamasah, tawakal, dan roja’ kepada Allah SWT. Lalu kwantitas yang unggul itu hanya menjadi buih.

Ingin rasanya saya teriakkan ke setiap telinga kader PKS agar tidak terlena akan fenomena ini. KARENA BUKAN UNTUK INI KITA BERJUANG!!!! INGAT, KITA INGIN AGAR KALIMAT ALLAH TEGAK DI MUKA BUMI. BAGAIMANA MUNGKIN KITA BANGGA, TERSANJUNG, SEDANGKAN KALIMAT ALLAH BELUM MENGGAUNG DI JAKARTA INI???? Kita berjuang untuk li’ila-i kalimatiLlah! Bukan agar perolehan suara kita mengejutkan para pengamat politik!

Ayyuhal Ikhwan…. Kembali lah kepada agenda kalian semula.

o> Teruskan perjuangan kalian untuk mensejahterakan ummat dengan baksos-baksos kalian, dengan layanan kesehatan gratis kalian, yang tidak seberapa sering diadakan.

o> Teruskan perjuangan kalian untuk mencerdaskan ummat dengan bimbel-bimbel gratis yang diberikan kepada putra-putri warga yang masih sekolah. Teruskan program beasiswa kalian yang tak seberapa.

o> Teruskan perjuangan kalian untuk mensolehkan masyarakat dengan majlis-majlis ta’lim kalian, TPA, Remaja Masjid, Rohis-rohis di SMU dan Universitas….

Teruskan agenda-agenda kalian yang lain! Berhentilah membicarakan "bagaimana hebatnya kita atas pengepungan orang2 yang dengki kepada dakwah kita", dan tataplah program-program real! Ummat masih miskin. Ummat masih bodoh. Ummat masih jauh dari syari’at Islam. Kita dihadirkan untuk membangkitkan ummat, bukan untuk sibuk mengagumi kerja kita!!!

Allahu’alam bish-showab.

—–

Silakan baca juga http://andaleh.blogsome.com/2008/05/12/antara-ajakan-primer-dan-sekunder/

August 7, 2007

KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI ??

Filed under: Artikel Umum

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.

Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :
OTAK DAN DARAH..!!!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok .

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi .  Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…?
Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak…?
Belum sampai segitunya (wihh…bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal [tempat menyaring racun dari darah]. Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘ kan …?

Nah saat darah kental meng alir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen.

Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..[ya wajarlah namanya juga kurang makan…]. Bila ini ditambah dengan penyakit jantung [ yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental…],maka serangan stroke bisa lebih lekas datang.

Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi " dengan minum sedikitnya 8
gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.
Anda yang pilih…!

———-

Silakan baca juga:

Ikatan Abadi
Jantan
Guncangan