Selamat pagi dunia…
Aku bangun di pagi ini, menemukan lingkaran badai menyelimut di atas badanku. Apakah aku tertidur dengan selimut badai tadi malam? Ah, rasanya tidak hanya tadi malam… sebelum tidur pun aku sudah disetubuhi badai. Kemarin juga sudah… kemarinnya lagi (kemarin lusa), pekan kemarin… dan entah sejak kapan aku sudah lupa. Mungkin sejak pertama kali aku sukses ‘meng-eak’ saat keluar dari rahim ibu ku. So, sambutlah, ini memang dunia badai…
Tapi sekalipun pada badai, ada harap yang aku titipkan. Aku berharap badai suatu saat mau merubah jasadnya menjadi kepompong sutra. Dan pada saat yang tepat, aku akan merobek kepompong itu dan keluar beserta sayap ku yang anggun. Halaaah… terlalu feminim. Aku kan cowok.
Jadi begini saja, aku berharap pada badai itu, mau menjadi alat fitness yang baik untuk melatih otot-ototku. Setiap ototku bertambah besar, maka bertambah kuatlah badai itu. Menyesuaikan. Pada akhirnya aku akan menjadi seorang yang perkasa di tengah badai. Huahahahaha…..
Pagi dunia……
Hah…. Ada cerita yang harus terus terajut biarpun jari telah letih. Menjalin beberapa benang aneka warna sekaligus, tercampur darah yang mengalir dari sela jari yang kadang tertusuk jarum. Pada akhirnya, rajutan itu akan menjadi kafanku sendiri. Kafanku sendiri!!!
Kalau indah, maka biarlah orang lain yang masih hidup mencontoh rajutan ku apa adanya. Asal jangan sampai membuat orang berpaling seraya berkata, "kain buruk seperti itu hanya cocok buat lap pel, bukan buat jasad manusia…"
Pagi dunia….
Pagi ini ada seonggok asa bertempur dengan sekarung duka. Kita lihat siapa yang menang!!!
