March 19, 2008
Menampilkan Data Pada DatagridView dan Per Record.
Kita sudah membahas bagaimana cara menampilkan data pada DatagridView, juga menampilkan data per record.
Metode menampilkan data per record memiliki kelemahan yaitu tidak bisa melihat banyak data sekaligus. Sungguh tidak enak bila harus menggerak-gerakkan record, sedangkan datanya ada ribuan record.
Tapi bila ditampilkan pada grid pun bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah keterbatasan ruang, keterbatasan lebar layar atau jendela atau form. Bayangkan bila kita hendak menampilkan lebih dari 10 field/kolom dalam satu datagrid, apakah kolom-kolom tersebut bisa ditampilkan sekaligus?
”Selengkapnya..>>”
March 18, 2008
Dengan tangan kanan menggenggam botol aqua yang telah diisi beras setengahnya, serta tangan kiri menggendong adik yang masih bayi, ia percaya diri menapaki tangga metromini. Ia sekitar 5 - 7 tahun, putri, berbaju kumuh dengan muka serta rambut yang lusuh. Keadaan metromini yang sedikit sesak-sesakan tidak menghalanginya untuk menerobos kerumunan, mencoba berjalan ke tengah. Setelah menemui posisi yang pas, ia memulai dengan sedikit kata-kata pembuka untuk kemudian memulai lagu pertama diiringi gemericik butir beras yang saling beradu dalam botol produk minuman yang ia genggam.
Dulu sewaktu saya masih bergabung dengan kelompok nasyid, saya diwanti-wanti sekali oleh teman-teman untuk menjaga pandangan tetap ke penonton serta menyesuaikan mimik selaras dengan lagu yang dinyanyikan saat manggung. Tapi tampaknya hal yang diwanti-wanti oleh teman-teman saya itu tidak dipraktekkan sama sekali oleh biduanita cilik di hadapanku ini. Matanya jelalatan kemana-mana. Mimiknya seadanya meski lagu yang ia nyanyikan lagu yang gembira.
Setelah berapa lama, selesai sudah satu buah lagu ia nyanyikan. Biasanya pengamen cilik tidak ingin manggung berlama-lama. Jangankan satu lagu, baru setengah lagu saja ia sudah berhenti dan kemudian mengedarkan sebuah kantong untuk memungut uang, atau mengumpulkan amplop-amplop yang ia sebar sebelumnya ke penumpang bila ia menggunakan sarana amplop. Tapi rupanya pengamen ini lain, ia lanjutkan dengan lagu kedua.
Tak lama lagu kedua usai, ia lanjutkan lagu ketiga. Setelah lagu ketiga selesai ia nyanyikan, barulah ia memungut sumbangan dari penumpang.
Penggalan kejadian dalam metromini itu benar-benar mengganggu mood saya. Saya tercengang dengan anak kecil tadi yang harus menghafal sekian banyak lagu. Lho, bukankah lagu adalah modal pengamen untuk mencari uang? Ya, tapi yang harus menghafal itu adalah seorang anak kecil. Kenapa dengan anak kecil? Bukankah anak kecil justru memiliki memori yang kuat. Mereka menyerap seperti spons? Justru itu, karena dia masih kecil sehingga memiliki memori yang mampu menyerap seperti spons, saya menyangkan bila waktunya habis cuma untuk menghafal lagu. Usia seperti itu adalah usia yang sangat baik buat menghafal Al-Qur’an.
Imam Syafi’i hafal Qur’an pada umur 7 tahun. Dengan menjadi hafizh pada usia sebegitu dini, beliau mampu menjadi seorang ahli fiqh yang pemikirannya terus hidup sampai akhir zaman. Hasan Al-Banna pada umur 22 tahun hafal 18000 syair & prosa arab, selain Al-Qur’an dan hadits. Tentu saja materi hafalan yang begitu banyak tidak dihafal sekaligus dalam beberapa tahun. Tapi dipupuk sejak kecil.
Masa kecil adalah masa yang sangat tepat untuk memulai pendidikan. Seperti kata Hasan Al-Basri, "Menuntut ilmu di waktu kecil seperti memahat di batu". Memang ada pro kontra terhadap pemberian pendidikan pada usia dini. Tapi terlepas pro kontra tersebut, kenyataannya banyak kita temukan tokoh-tokoh besar yang hafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Kembali pada kisah pengamen cilik tersebut, saya tidak tahu apakah ada saat untuk belajar mengaji - selain sekolah - bagi pengamen cilik itu, sehingga ia punya kesempatan menghafal Al-Qur’an selain menghafal lagu-lagu untuk mengamen. Sebab pertemuan saya dengannya terjadi pada sekitar pukul 7 malam. Ada kemungkinan ia masih melanjutkan aktifitasnya. Entah sampai jam berapa.
Ah… sayang sekali, bagaimana bila pengamen cilik itu punya potensi kecerdasan seperti Imam Syafi’i? Tentu ia akan jauh lebih baik bila berada dalam gemblengan & didikan yang terfokus untuk menjadi orang yang alim. Dan saya juga membayangkan dari sekian banyak pengamen cilik yang waktunya habis untuk mencari uang, tentu banyak yang memiliki potensi untuk menjadi Imam Syafi’i-Imam Syafi’i pada masa yang akan datang, andai saja berada dalam lingkungan yang kondusif.
Sekilas saya teringat dengan adik sepupu saya yang berumur 4 tahun. Gadis kecil yang cantik dan menggemaskan. Ia sangat hobi menyanyi. Lagu-lagu terbaru yang sering tayang di televisi, ia hafal. Ia tak segan bila diminta menyanyi. Kalau ia sedang diam, cukup dipancing dengan lagu sekilas saja, lalu ia akan meneruskan lagu tersebut.
Saya jadi cemburu, mengapa seorang anak lebih mudah menghafal lagu daripada ayat-ayat Al-Qur’an. Sekedar surat Al-Ikhlas, cukup pendek bahkan lebih pendek daripada lagu-lagu yang ia hafal. Mungkin karena lingkungan. Ia tidak dibiasakan untuk mendengarkan surat-surat pendek lalu dipancing menghafalnya. Tapi yang ada, ia dibebaskan untuk menonton televisi, mendengarkan lagu-lagu yang sedang populer, dan kemudian menghafalnya untuk dinyanyikan.
Adik sepupu saya itu memang diajarkan beberapa doa oleh orang tuanya, juga di Play Group tempat ia memulai pendidikan. Tapi tetap saja saya cemburu karena hanya segelintir doa yang ia hafal, jauh lebih sedikit dibandingkan lagu yang ia sering nyanyikan. Sekali lagi saya berandai-andai… andai adik sepupu saya itu punya potensi seperti Imam Syafi’i, maka ia akan tumbuh maksimal pada lingkungan yang mendukung.
Out of topic, kalau boleh menganalisa, mungkin karena sebuah lagu memiliki nada selain lirik, maka sebuah lagu mudah dihafal. Karena nada lebih mudah terekam di kepala dibandingkan kata-kata. Sering orang hafal lagu tapi hanya nadanya saja. Liriknya tidak hafal. Jadi keberadaan nada pada lagu membuat lagu mudah dihafal, lalu mengikuti juga liriknya bila lagu tersebut sering diulang-ulang.
Ketika awal mengenal Murottal, saya memiliki sebuah kaset Murottal Sa’ad Al-Ghomidi, juz 30. Terasa sekali dengan mengikuti irama mengaji Sa’ad Al-Ghomidi, saya mudah menghafal sebuah surat.
Tapi tidak mungkin bila kita mengajarkan anak kita sebuah surat dengan disertai nada-nada seperti nyanyian.
Terakhir, saya jadi teringat jasa kawan-kawan saya yang mengurus TPA. Dulu semasa kuliah, Lembaga Dakwah Kampus di LDK saya memiliki sayap dakwah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) buat anak-anak kecil di sekitar kampus. Rata-rata yang mengurus TPA, adalah aktifis yang "terpinggirkan" dari tubuh pusat LDK. Tapi mereka ikhlas sekali, sekalipun anak-anak itu nakal-nakal. Ah… rasanya rapat-rapat saya dulu ketika menjadi pengurus LDK, tidak ada artinya dengan pengabdian teman-teman saya di TPA.
*cerita di atas gak mutlak persis dengan kejadian sebenarnya
March 6, 2008
Tanggal 20 Februari 2008 seseorang bernama Adi Wirasta mengirim email kepada saya. Dia bilang kalau di anggota milis realmadridfc_indonesia serta penulis bolanova. Kalau begitu wajar dia tahu email saya karena saya juga terdaftar di milis realmadridfc_indonesia (menggunakan email kantor
). Dan dia juga bilang kalau dapat email saya dari milis. Di email itu dia mengajukan beberapa pertanyaan dengan tak lupa sebelumnya ia minta izin kepada saya.
Saya jawab saja pertanyaan2 itu. Memang dia bilang buat artikel bolanova. Tapi saya pikir ada beberapa orang juga yang diwawancara, dan wawancara yang dilakukan ini tidak akan dijadikan artikel utuh. Maksudnya sebagai sampling saja. Hasil wawancaranya akan diolah dengan wawancara yang sama yang dilakukan dengan madridista lain.
Rupanya……..
Ketika saya iseng mengetik nama saya di google, hasil pencariannya menampilkan nama saya di situs bolanova. Masya Allah….. saya ini siapalah sampe wawancaranya dimuat di sebuah rubrik. =))
http://bolanova.com/2008/02/21/real-madrid-till-i-die-zico-alviandri/
Ya sudah lah…. Numpang terkenal
Berikut ini wawancara via email. simpel aja sih.
——
Apa komentar anda atas kekalahan Madrid melawan AS Roma?
1. Madrid mengulangi ketidak-konsistenan penampilan mereka. Awalan, membuat gebrakan bagus dengan lebih dulu membuka skor. Tapi selanjutnya tidak bisa mempertahankan permainan (seperti melawan Betis).
2. Mulai terasa kebutuhan Madrid terhadap Robinho, serta pemain lain yang cedera.
Apa yang harus dilakukan Bernd Schuster untuk menghadapi AS Roma di leg kedua nanti?
Menginstruksikan pemain agar lebih agresif mengejar gol dengan tidak lupa memperkuat pertahanan, mengantisipasi serangan balik AS Roma.
Bagaimana anda bisa menjadi seorang Madridista sejati?
Karena beberapa permain idola (pernah) bermain di Real Madrid seperti Zidane, Raul, Figo, Carlos, Ronaldo dan Beckham.
Momen apa yang paling berkesan dari Real Madrid?
Saat memenangi piala Champion 2001/2002 serta memenangi Liga domestic 2002/2003
Favorit pemain sekarang?
Raul Gonzalez Blanco, Iker Cassilas, Sergio Ramos, dan Robinho.
Pilih 11 pemain Real Madrid terbaik sepanjang masa.
Iker – Cannavaro – Hierro – R. Carlos – Salgado – Makalele – Zidane – Robinho – Figo – Raul – Alfredo de Stefano
——
Wehehehe…… Gak nyangka (katro mode on)
March 3, 2008
Maksimal!!!
Sebuah produk minuman dengan gencar berkampanye untuk hidup maksimal tanpa kecolongan. Maksimal dalam berbagai bidang: dalam pendidikan, dalam pergaulan, dalam mendidik keluarga, dalam karir, dan berbagai bidang lainnya. Maksimal menjadi mahasiswa, maksimal menjadi teman yang baik, maksimal menjadi ayah atau ibu, maksimal sebagai seorang pekerja.
Subhanallah kalau ada orang seperti ini.
Kalau ada mukmin yang seperti ini, kira-kira apa reward atas prestasi maksimalnya? Tentu saja surga!! Ya surga, tapi karena terdapat 7 macam surga, surga seperti apa kira-kira? Karena yang mendapat reward itu mukmin yang maksimal, tentu tak salah kalau mendapat surga yang maksimum, yaitu surga firdaus.
Rasulullah pernah bersabda,"Apabila kamu meminta surga kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena ia surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi, dan di atasnya adalah singgasana Tuhan." (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam "bab at-Tauhid" pada kitab Shahih-nya; yaitu dalam "bab Dan Singgasana Tuhan Berada di atas Air" (al-Fath, 13:404))
Subhanallah… Firdaus… surga tertinggi… surga maksimal buat mukmin yang maksimal…
Profil mukmin tersebut, seperti apa kira-kira? Rupanya Al-Qur’an telah memberi gambaran untuk profil mukmin yang maksimal. Almu’minuun 1-11 menceritakan profil tersebut.
Allah memulai dengan sebuah pernyataan yang membuat penasaran bagi yang mendengarnya. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman". Pernyataan ini akan membuat hati penasaran dan bertanya-tanya: "mengapa beruntung?", "siapa yang dimaksud dengan orang beriman itu?"
Allah melanjutkan dengan terlebih dahulu memberikan ciri-cirinya.
"(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,". Satu profil mukmin yang maksimal!!! Entah berapa banyak buku, ceramah, dan tulisan yang membahas tentang kiat meraih sholat yang khusyu’. Entah berapa banyak ragamnya kiat meraih sholat yang khusyu’. Nyatanya, masih banyak keluhan akan sulitnya mencapai sholat yang maksimal, sholat yang khusyu’. Masih banyak yang merasa tidak puas dengan sholatnya. Ada yang kecolongan dari sholatnya.
Khusyu’ adalah sebuah pencapaian maksimal dalam sholat. Profil Mukmin yang maksimal adalah mukmin yang mampu memaksimalkan sholatnya.
Kemudian Allah melanjutkan, "dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,". Lagi, sebuah profil mukmin yang maksimal dalam memanfaatkan waktu. Tanpa kecolongan dengan adanya perbuatan dan perkataan yang tidak berguna yang mengisi waktunya. Seluruh waktunya hanya terisi hal-hal yang bermanfaat. Maksimal!!! Sekali lagi, inilah ciri mukmin yang maksimal.
Ciri mukmin maksimal yang lain adalah maksimal dalam menunaikan tugas sosialnya. "dan orang-orang yang menunaikan zakat,". Zakat menyucikan harta yang kita kumpulkan. Mungkin selama ini ada yang salah dalam cara kita mencari nafkah, atau dengan kata lain kita sempat kecolongan dalam pekerjaan sehingga tercederailah hak orang lain, atau terambillah suatu yang bukan hak kita, maka zakat membersihkan itu semua. Maka orang yang menunaikan zakat, dia telah menjadi mukmin yang maksimal dalam mencari nafkah. Hartanya harta yang maksimal suci, dengan disisihkannya kotoran-kotoran melalui zakat.
Ciri selanjutnya ialah "dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." Mukmin yang seperti ini adalah mukmin yang maksimal dalam mengendalikan hawa nafsunya. Sering kita mendengar seorang yang besar yang diagung-agungkan masyarakat, pada akhirnya harus jatuh martabatnya oleh sebuah skandal perselingkuhan atau perzinahan. Sayang, kebesarannya memiliki noda, kecolongan yang fatal. Tapi mukmin yang maksimal, yang tak memiliki celah kecolongan atas skandal birahi, itulah profil mukmin maksimal yang patut mendapat reward maksimal.
Ciri mukmin maksimal yang lain adalah mukmin yang mampu menunaikan tugas-tugasnya dengan sempurna. Mukmin yang mampu maksimal tanpa kecolongan, menjaga kepercayaan masyarakat serta mampu menunaikan janjinya dengan maksimal. Itu, baru mukmin maksimal. "Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya."
Selanjutnya, seorang mukmin yang maksimal itu selain mampu maksimal dalam sholat yang dilakukannya, juga mampu maksimal menjaga waktu-waktu sholat. Dia tidak sampai kecolongan sehingga sempat meninggalkan sholat. Sholatnya terjaga. Selain maksimal dari segi kualitas seperti ciri pertama, juga maksimal dalam kuantitas.
Itulah beberapa ciri mukmin maksimal yang telah Allah paparkan. Ayat selanjutnya, Allah singkap hal yang membuat seorang mukmin itu beruntung, yaitu karena mukmin maksimal tersebut mendapat reward tertinggi, reward optimum, reward maksimum. "Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."
Subhanallah…