September 15, 2008

Bercermin Dari Tipe Urang Sumando di Masyarakat Minangkabau

Filed under: Artikel Umum

Sumando, dalam bahasa minang artinya menantu. Dalam adat minang yang mengenal garis matrilineal yang mengambil garis keturunan dari ibu, urang sumando menjadi tamu dalam “rumah gadang”. Sebagai seorang tamu, tentu saja tindak tanduknya menjadi pertaruhan nama baiknya. Tuan rumah akan bersikap sensitif dalam berinteraksi dengan tamunya.

Perangai seorang sumando dikategorikan dalam 4 tipe. Tipe-tipe tersebut perlu juga kita ketahui sebagai bahan introspeksi bagi diri kita.

1. Urang sumando lapiak buruak.
Lapiak buruak artinya adalah tikar yang jelek. Tipe ini diberikan pada seorang sumando yang tidak pandai bergaul dengan lingkungannya. Atau istilahnya, orang rumahan. Mungkin kewajibannya terhadap keluarga terpenuhi, tapi sikap individualismenya, yang tertutup dan tidak peduli terhadap lingkungan, tidak bisa diterima di dalam suatu nagari (kampung).

Sifat tersebut diistilahkan dengan “gilo mauli anak bini”, atau kalau diterjemahkan secara kasar, gila bergaul dengan anak dan istri. Mungkin kalau saya terjemahkan mengapa disebut lapiak buruak, karena lapiak, atau tikar, itu menjadi alas bagi keluarga untuk bercengkrama. Zaman dulu di rumah gadang tentu saja tidak ada sofa. Dan embel-embel buruak, karena tidak diterimanya sifat tersebut.

Sebenarnya ada kewajiban lelaki sebagai mamak (paman), yaitu membimbing kemanakannya. Sudah terkenal jargon “anak dipangku kemenakan dibimbiang” dalam adat minang. Ketika hal ini diabaikan, maka gelar lapiak buruak akan melekat pada urang sumando tersebut.

2. Urang sumando kacang miang.
Kacang miang adalah sebuah tanaman yang apabila tersentuh, akan menyebabkan rasa gatal. Julukan tipe ini adalah “gilo mangieh jo mangisia”, yang artinya pekerjaan orang sumando tersebut sering membuat orang lain tersinggung karena selalu menyindir dan menggunjingkan orang lain.
Sifat ini tampak dalam pergaulan. Mana kala kaum kerabat, atau teman sedang berkumpul dan ia berada di dalamnya, maka tipe ini akan terlihat.

3. Urang sumando langau ijau
Sifat ini sangat dibenci orang minang. Langau ijau (lalat hijau) adalah binatang yang menebar penyakit. Maka orang sumando yang diberi gelar seperti ini adalah orang sumando yang menjadi “pangka bala urang kampuang”, atau pangkal masalah orang kampung.

Tipe ini suka mengadu domba, atau menjadi pangkal masalah yang terjadi dalam kampung. Misalnya petinggi kampung yang selingkuh sehingga sangat memalukan masyarakat. Atau sifat lain yang menjadi pangkal masalah.

4. Urang sumando niniak mamak.
Karakter yang terakhir ini berbeda dengan karakter sebelumnya. Ini adalah contoh karakter yang mulia bagi orang kampung.

Niniak mamak adalah sebutan untuk orang yang terpandang dalam adat atau rumah gadang. Ia merupakan tempat “lawan baiyo” atau tempat bermusyawarah. Orang sumando yang memiliki karakter seperti niniak mamak ini adalah orang sumando yang memiliki ilmu yang tinggi, tidak sombong, berwibawa, dan menjadi trouble solver. Sehingga dijuluki dengan karakter seperti karakter niniak mamak. Keberadaannya menjadi pemecah masalah, bukan pembuat masalah.

Demikianlah tipe-tipe urang sumando dalam masyarakat minang. Dari situ, bisa kita jadikan cermin kira-kira tipe seperti apakah kita? :)

Referensi : Buku Minangkabau dalam perubahan, artikel Urang Sumando di Minangkabau karya Ade Chandra.

September 10, 2008

PKS Ramadhan

Filed under: Santai....

Dapet sms dari istri. Istri dapat dari mana, kurang tahu juga :D . Isinya begini (dengan beberapa editan):

—–

Sudah lewat 8 (DELAPAN) hari Ramadhan. Suka tidak suka, siap tidak siap, sungguh-sungguh atau tidak, Ramadhan akan terus berlalu. Mari segera PKS (Perbaiki Kembali Semangat) bertekad untuk menjadi PKS (Pribadi Kembali Suci) hingga Ramadhan bisa mendidik kita menjadi umat yang PKS (Peduli Kepada Sesama). Mudah2an Allah akan PKS (Pertemukan Kita di Surga). Selamat beribadah!!!

PKS Delapan (Please Keep Spirit Dengan Luapan Iman!!!)

Allahu Akbar!!!

—-

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan. Tetap Semangat!!!!

September 5, 2008

Tentang Rokok

Filed under: Orat Oret

Saya agak telat bergabung diskusi di sebuah thread di detikforum. Thread tersebut membahas tentang rokok. Saya mulai bergabung pada pos ke 440. Telat banget ya?

Sengaja saya dokumentasikan ke blog. Pengen aja. Saya sudah lama ingin menulis tentang rokok. Kebetulan terlibat dalam diskusi tentang rokok, ya sudah saya dokumentasikan saja untuk blog ini.

Saya menjawab gugatan dari beberapa rekan yang mempertanyakan keharaman rokok, atau menolak rokok itu diharamkan. Kira-kira seperti ini diskusi yang berlangsung:

http://forum.detik.com/showpost.php?p=4046903&postcount=440
seorang user menulis:
urusan halal dan haram itu hak Mutlak ALLAH..Janganlah menjadi orang yang berlebih-lebihan..untuk ajakan utk tidak merokok kan sudah di himbau oleh pemerintah..Ahmadiah katanya sesat karena telah melanggar aturan..skrg mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan ALLAH, melanggar aturan gak ya?

saya menulis:
Enggak. Apanya yang melanggar aturan?

Rokok memang gak pernah ada nash yang tegas yang mengharamkan. Tapi kalau rokok itu menyebabkan hal yang haram terjadi, semisal pemborosan, menganiaya diri sendiri, menganiaya orang lain yang tidak suka dengan asap rokok atau bau asap rokok, maka rokok tersebut menjadi haram.

Kita gak pernah dengar ganja, opium, putaw, dll itu disebut haram oleh nash. Tapi karena barang2 tersebut membawa pada hal yang haram, yaitu mabuk, maka barang2 tsb menjadi haram.

Saya rasa berlebih-lebihan kalau sudah diperingatkan akan bahaya rokok, tapi dengan berbagai dalih mengikuti nafsu tetap ngotot untuk merokok.

http://forum.detik.com/showpost.php?p=4046964&postcount=441
seorang user menulis:
kalau mmg rokok itu merusak kesehatan..orang tua yang sudah umurnya 70an masih merokok..dan mereka tetap sehat..
Kalau menurut saya pribadi..
KESEHATAN ITU DIKASIH SAMA YANG MENGHIDUPKAN>> Orang kaya skrg apa kurang makan vitamin dan menjaga kesehatannya?kyknya lebih2 deh..tapi kok malah kena serangan jantung..darah tinggi ya..

saya menulis:
Itu sama seperti orang yang ngeyel yang diperingatkan jangan jalan kaki di tengah jalan raya, tapi karena belum pernah ketabrak mobil lantas jumawa dengan mengatakan bahwa jalan kaki di tengah jalan raya itu tidak berbahaya.

Kesehatan itu memang dikasih sama Yang Menghidupkan, tapi apa lantas untuk kasus rokok ini anda menjadi orang yang beranggapan bahwa kita tidak perlu kerja karena rezeki itu datang dari Yang Memberi Rezeki?

http://forum.detik.com/showpost.php?p=4111181&postcount=453
seorang user menulis (menanggapi postingan saya sebelumnya):
Bro, yang lo sebutin itu jelas, hukumnya. Dan koreksi bukan barang yang memabukkan tapi Khamr (merusak akal). Klo rokok, gak ada hukum yang jelas, jadi kita gak boleh bilang itu barang haram. Kalo mo dilarang, ya larang aja, jangan dengan istilah Haram.

Tau sejarah rokok?

saya menulis:
Ganja tidak pernah ada dasar hukumnya. Masalah khamar (gw pake bahasa yang mudah dimengerti: memabukkan), itu sebagai analogi yang gw pake. Sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya (pada dasarnya adalah halal), kemudian menjadi sarana untuk suatu yang haram, maka menjadi haram.

Seperti itu juga rokok, menjadi sarana untuk mubazir, merusak diri dan orang lain, maka itu menjadi haram.

http://forum.detik.com/showpost.php?p=4111164&postcount=452
seorang user menulis:
Gimana dengan:
Asap hitam kendaraan bermotor.
Kolesterol.
Senjata.
Pisau.
Obat-obatan.
dll.

semua itu bisa merusak kehidupan manusia…

saya menulis:
[*]Manusia tidak mengkonsumsi asap hitam kendaraan bermotor. Memang berbahaya, tapi tidak seperti rokok yang jelas berbahaya tapi dikonsumsi juga oleh manusia.
[*]Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh.

Dan sisanya,

pada dasarnya semua itu ada manfaatnya. Penyalah-gunaan yang salah lah yang haram. (mis senjata dipakai untuk membunuh).

http://forum.detik.com/showpost.php?p=4125266&postcount=462
seorang user menulis:
Setuju sekali rokok diharamkan oleh fatwa MUI,tapi tolong carikan solusi para buruh pabrik rokok yang pabriknya ditutup oleh pemerintah,karena memproduksi barang haram,bagaimana dengan buruh tani,pedagang tembakau,terus cukai rokok yang katanya cukup besar di apbn,kalau memang hal itu benar2 di fatwakan oleh MUI pasti deh banyak korbannya,apakah pemerintah sudah siap menerima korban2 tsb,pengangguran meningkat,kemiskinan meningkat ,kriminalitas meningkat,pembayar pajak berkurang (karena jadi nganggur) lha kalau sudah begitu solusinya bagamna dong,pusing aku nguntal pil anti pusing ach

saya menulis:
Fatwa MUI cuma untuk umat Islam. Dan fatwa MUI bukan lah produk hukum dan MUI sendiri bukan lembaga eksekusi. MUI cuma mengeluarkan fatwa yang seharusnya dipatuhi oleh umat Islam.

Ketika bunga bank diharamkan oleh MUI, tidak ada resign besar2an dari Umat Islam yang bekerja di Bank. Dan pemerintah tidak mengeksekusi bank konvensional. Tapi fatwa itu tetap berlaku buat umat Islam yang mau taat.

Orang yang mau patuh pada fatwa MUI, saya yakin adalah orang yang tidak memandang bahwa rizkinya berasal dari ladang tembakau atau pabrik rokok. Tapi dari Allah SWT. Maka ketika dia taat, insya Allah dia terlebih dahulu tawakal kepada Allah SWT, dan percaya bahwa rizki itu urusan Allah. Allah akan memberi jalan keluar bagi orang yang bertaqwa & bertawakkal kepada Allah SWT.

"…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (Ath-Thalaq : 2 & 3)

"…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. " (Ath-Thalaq : 4)

"…Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (Ath-Thalaq :7)

Allahu’alam bish-showab.

——-

Well… di suatu acara dialog di televisi swasta, seorang berkata bahwa kreatifitasnya akan hilang manakala dia tidak merokok.

Masya Allah.. mengapa orang itu menggantungkan hidupnya pada sebatang racun? Apa bedanya ia dengan orang yang mengkonsumsi narkotik agar timbul rasa percaya diri? Saya pernah mendengar sebuah band yang sebelum manggung ia mengkonsumsi narkotika untuk menimbulkan rasa percaya dirinya. Bedanya, rokok memang tidak memabukkan. Tapi persamaannya adalah sama-sama membiarkan diri ketergantungan pada racun yang mematikan.

Saya yakin, seorang yang pada dasarnya kreatif, kreatifitasnya tidak ada hubungannya dengan rokok. Seorang kreatif yang perokok, pasti mengalami masa dimana ia sebelum menjadi pecandu rokok. Ingat-ingatlah, apakah sebelum menjadi perokok ia tidak memiliki kreatifitas?

Bukan… bukan itu manfaat rokok. Itu cuma halusinasi dan sugesti. Malah menyedihkan kalau kreatifitas itu tergantung pada racun.

Dan Janganlah kalian menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan.”(Al Baqoroh:195).