Saya agak telat bergabung diskusi di sebuah thread di detikforum. Thread tersebut membahas tentang rokok. Saya mulai bergabung pada pos ke 440. Telat banget ya?
Sengaja saya dokumentasikan ke blog. Pengen aja. Saya sudah lama ingin menulis tentang rokok. Kebetulan terlibat dalam diskusi tentang rokok, ya sudah saya dokumentasikan saja untuk blog ini.
Saya menjawab gugatan dari beberapa rekan yang mempertanyakan keharaman rokok, atau menolak rokok itu diharamkan. Kira-kira seperti ini diskusi yang berlangsung:
http://forum.detik.com/showpost.php?p=4046903&postcount=440
seorang user menulis:
urusan halal dan haram itu hak Mutlak ALLAH..Janganlah menjadi orang yang berlebih-lebihan..untuk ajakan utk tidak merokok kan sudah di himbau oleh pemerintah..Ahmadiah katanya sesat karena telah melanggar aturan..skrg mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan ALLAH, melanggar aturan gak ya?
saya menulis:
Enggak. Apanya yang melanggar aturan?
Rokok memang gak pernah ada nash yang tegas yang mengharamkan. Tapi kalau rokok itu menyebabkan hal yang haram terjadi, semisal pemborosan, menganiaya diri sendiri, menganiaya orang lain yang tidak suka dengan asap rokok atau bau asap rokok, maka rokok tersebut menjadi haram.
Kita gak pernah dengar ganja, opium, putaw, dll itu disebut haram oleh nash. Tapi karena barang2 tersebut membawa pada hal yang haram, yaitu mabuk, maka barang2 tsb menjadi haram.
Saya rasa berlebih-lebihan kalau sudah diperingatkan akan bahaya rokok, tapi dengan berbagai dalih mengikuti nafsu tetap ngotot untuk merokok.
http://forum.detik.com/showpost.php?p=4046964&postcount=441
seorang user menulis:
kalau mmg rokok itu merusak kesehatan..orang tua yang sudah umurnya 70an masih merokok..dan mereka tetap sehat..
Kalau menurut saya pribadi..
KESEHATAN ITU DIKASIH SAMA YANG MENGHIDUPKAN>> Orang kaya skrg apa kurang makan vitamin dan menjaga kesehatannya?kyknya lebih2 deh..tapi kok malah kena serangan jantung..darah tinggi ya..
saya menulis:
Itu sama seperti orang yang ngeyel yang diperingatkan jangan jalan kaki di tengah jalan raya, tapi karena belum pernah ketabrak mobil lantas jumawa dengan mengatakan bahwa jalan kaki di tengah jalan raya itu tidak berbahaya.
Kesehatan itu memang dikasih sama Yang Menghidupkan, tapi apa lantas untuk kasus rokok ini anda menjadi orang yang beranggapan bahwa kita tidak perlu kerja karena rezeki itu datang dari Yang Memberi Rezeki?
http://forum.detik.com/showpost.php?p=4111181&postcount=453
seorang user menulis (menanggapi postingan saya sebelumnya):
Bro, yang lo sebutin itu jelas, hukumnya. Dan koreksi bukan barang yang memabukkan tapi Khamr (merusak akal). Klo rokok, gak ada hukum yang jelas, jadi kita gak boleh bilang itu barang haram. Kalo mo dilarang, ya larang aja, jangan dengan istilah Haram.
Tau sejarah rokok?
saya menulis:
Ganja tidak pernah ada dasar hukumnya. Masalah khamar (gw pake bahasa yang mudah dimengerti: memabukkan), itu sebagai analogi yang gw pake. Sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya (pada dasarnya adalah halal), kemudian menjadi sarana untuk suatu yang haram, maka menjadi haram.
Seperti itu juga rokok, menjadi sarana untuk mubazir, merusak diri dan orang lain, maka itu menjadi haram.
http://forum.detik.com/showpost.php?p=4111164&postcount=452
seorang user menulis:
Gimana dengan:
Asap hitam kendaraan bermotor.
Kolesterol.
Senjata.
Pisau.
Obat-obatan.
dll.
semua itu bisa merusak kehidupan manusia…
saya menulis:
[*]Manusia tidak mengkonsumsi asap hitam kendaraan bermotor. Memang berbahaya, tapi tidak seperti rokok yang jelas berbahaya tapi dikonsumsi juga oleh manusia.
[*]Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh.
Dan sisanya,
pada dasarnya semua itu ada manfaatnya. Penyalah-gunaan yang salah lah yang haram. (mis senjata dipakai untuk membunuh).
http://forum.detik.com/showpost.php?p=4125266&postcount=462
seorang user menulis:
Setuju sekali rokok diharamkan oleh fatwa MUI,tapi tolong carikan solusi para buruh pabrik rokok yang pabriknya ditutup oleh pemerintah,karena memproduksi barang haram,bagaimana dengan buruh tani,pedagang tembakau,terus cukai rokok yang katanya cukup besar di apbn,kalau memang hal itu benar2 di fatwakan oleh MUI pasti deh banyak korbannya,apakah pemerintah sudah siap menerima korban2 tsb,pengangguran meningkat,kemiskinan meningkat ,kriminalitas meningkat,pembayar pajak berkurang (karena jadi nganggur) lha kalau sudah begitu solusinya bagamna dong,pusing aku nguntal pil anti pusing ach
saya menulis:
Fatwa MUI cuma untuk umat Islam. Dan fatwa MUI bukan lah produk hukum dan MUI sendiri bukan lembaga eksekusi. MUI cuma mengeluarkan fatwa yang seharusnya dipatuhi oleh umat Islam.
Ketika bunga bank diharamkan oleh MUI, tidak ada resign besar2an dari Umat Islam yang bekerja di Bank. Dan pemerintah tidak mengeksekusi bank konvensional. Tapi fatwa itu tetap berlaku buat umat Islam yang mau taat.
Orang yang mau patuh pada fatwa MUI, saya yakin adalah orang yang tidak memandang bahwa rizkinya berasal dari ladang tembakau atau pabrik rokok. Tapi dari Allah SWT. Maka ketika dia taat, insya Allah dia terlebih dahulu tawakal kepada Allah SWT, dan percaya bahwa rizki itu urusan Allah. Allah akan memberi jalan keluar bagi orang yang bertaqwa & bertawakkal kepada Allah SWT.
"…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (Ath-Thalaq : 2 & 3)
"…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. " (Ath-Thalaq : 4)
"…Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (Ath-Thalaq :7)
Allahu’alam bish-showab.
——-
Well… di suatu acara dialog di televisi swasta, seorang berkata bahwa kreatifitasnya akan hilang manakala dia tidak merokok.
Masya Allah.. mengapa orang itu menggantungkan hidupnya pada sebatang racun? Apa bedanya ia dengan orang yang mengkonsumsi narkotik agar timbul rasa percaya diri? Saya pernah mendengar sebuah band yang sebelum manggung ia mengkonsumsi narkotika untuk menimbulkan rasa percaya dirinya. Bedanya, rokok memang tidak memabukkan. Tapi persamaannya adalah sama-sama membiarkan diri ketergantungan pada racun yang mematikan.
Saya yakin, seorang yang pada dasarnya kreatif, kreatifitasnya tidak ada hubungannya dengan rokok. Seorang kreatif yang perokok, pasti mengalami masa dimana ia sebelum menjadi pecandu rokok. Ingat-ingatlah, apakah sebelum menjadi perokok ia tidak memiliki kreatifitas?
Bukan… bukan itu manfaat rokok. Itu cuma halusinasi dan sugesti. Malah menyedihkan kalau kreatifitas itu tergantung pada racun.
“Dan Janganlah kalian menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan.”(Al Baqoroh:195).

Betul bgt co….
Gw ngerasa keganggu bgt kalo ada perokok yg asap rokoknya ikut gw hirup. kalo mo ngeracunin dirinya sendiri ga usa pake bawa2 orang laen. Ngerokok itu ga da gunanya. Gw suka sebel ama orang susah yang masih juga ngerokok. Mereka lebih suka keluarganya makan serba kekurangan, dari pada dirinya ga ngerokok. Kalo sehari aja 5000 sebulan aja da 150rb. coba d pake buat beli buku ato makanan yng lebih bergizi.
rokok, gak bgt deh…. ga da gunanya, ga penting….
Comment by yanuar — September 6, 2008 @ 3:33 am
Ngeyel juga, ya, komentator yang lain…
Padahal di iklannya sudah jelas2 disebutkab
“Merokok dapat menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan………plus kanker” (mulai dari kanker beneran sampai kanker= kantong kering)
Comment by putri — September 8, 2008 @ 4:41 am
wah, no comment lah, masalahnya susah buat berhenti merokok bos, tapi InsyaAllah ane bakal coba berhenti… Doakan yaks..
Comment by Odie — September 8, 2008 @ 6:22 am
Jawaban cerdas mas!
Lucu klo liat jawaban2 para santri atw bahkan kiainya yang merokok untuk mempertahankan argumen mereka agar mereka bisa tetep merokok.
Dasar manusia, mendingan saya ayam ga merokok tapi berkokok.
Whehehehehehehe…..
Comment by Ayamcinta — September 9, 2008 @ 8:06 pm
bagaimanapun say no to smoke.
para perokok selalu minta lebih untuk dimengerti, tak pernah mau mengerti akibat yang mereka timbulkan untuk orang disekitarnya dan untuk lingkungan…
ah, semoga suatu hari bumiku bebas dari asap rokok
Comment by easy — September 9, 2008 @ 9:13 pm
Kerugian orang yg sedang berada di deket perokok:
- Mau ga mau jadi ngisep asap rokok juga…
- Di-cap sebagai perokok pasif
- Mata jadi merah karna kepulan asap rokok (dan karna nahan marah juga kali ya?:D)
- Baju jadi bau rokok
- Dituduh orang lain abis ngerokok… (karna bau rokok…:p)
- Mood jadi berubah kesel ga karuan
- Nabung penyakit dikit dikit…
Kerugian perokok yang ada di deket orang yang disebutkan diatas… Cuma satu doang kok… SUMPAH SERAPAH dalam hati…hehehehehehe…
Ada yang mo nambahin kerugiannya? Peace yaa…:D
Comment by zikha — February 5, 2009 @ 4:00 pm