Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah sungguh telah musyrik. [HR Tirmidzi]. Pada hadits lain dari Ibnu Umar ra, "Rasulullah saw. Bersabda, ‘Setiap sumpah yang diucapkan tidak dengan nama Allah, termasuk perbuatan syirik.’" (Shahih, HR Hakim [1/18] dan Silsilah al-Ahadatis ash-Shahihah [2042])
Kita semua tentu sudah sering mendengar lagu ungu yang berjudul “Demi waktu” dan “Dengan Nafasmu”. Pada kedua lagu tersebut, terdapat lirik yang agak kontroversial. Seorang muslim harusnya memprotes lirik tersebut.
Pada lagu Demi Waktu, dari judulnya saja sudah kontroversial. Karena menggunakan kata “demi”. Biasanya kata “demi” dipergunakan untuk bersumpah. Bahkan kemungkinan besar kata-kata ini diambil dari ayat pertama surat Al-‘Ashr.
Lagu kedua, terdapat juga kata “demi” yang maksudnya sangat mendekati sumpah, “demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku, Ku berjanji… ”.
Kata demi, memang bisa saja artinya adalah “untuk”. Tapi lazim juga digunakan untuk sumpah. Untuk mengetahui maksud penggunaannya, harus didengarkan secara lengkap keseluruhan kalimat hingga bisa diambil kesimpulan. Atau tanyakan langsung kepada pengucapnya untuk lebih jelasnya. Silakan lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, setidaknya ada 5 arti dari kata “demi”.
Allahu’alam, saya tidak tahu apakah Ungu menggunakan kata “demi” untuk sumpah atau dalam artian “untuk”. Kalau saya ikuti cita rasa bahasa saya, maka terasa seperti sumpah.
Dulu dalam sebuah forum diskusi di internet, ada yang membahas tentang lagu “Demi Waktu” ini, menggugat kenapa Ungu bersumpah bukan dengan nama Allah. Dan jawaban saya waktu itu adalah tidak boleh seorang muslim bersumpah dengan nama selain Allah. Tapi kata demi sendiri bisa bermakna untuk. Dan saya tidak mengambil kesimpulan apakah kata demi tersebut dimaksudkan untuk sumpah atau maksud lain.
Semoga saja ada personel Ungu membaca artikel ini. Atau anda yang membaca, mau menyampaikannya kepada personel band Ungu. Semoga mereka bisa lebih berhati-hati, terutama dalam pemilihan diksi pada syair yang mereka buat. Artikel ini dipublish agar kita semua bisa mengambil pelajaran, tanpa maksud meng-ghibah.

betul,itu adlh hal yang musrik. Kok bisa pencipta lagu buat lagu kok kyk gitu ya.
Comment by sabri GoBlogGer — November 26, 2008 @ 2:25 am
PEnggunaan syair yang menjurus, seperti itu memang berbahaya banyak lagu yang secara konteks mengarah pada kemusyrikan dan hal itu perlu diwaspadai, eh klo luang kenapa enggakl ente coba publish lagu-lagu yang liriknya agak menyimpang itu, salam semangat
Comment by dieyna — November 26, 2008 @ 1:41 pm
Kan ada ayat alqur’an,,,
Demi Masa…SEsungguhnya..bla..bla..
Comment by khalifah di kesunyian — December 19, 2008 @ 4:37 am
mmm…kalo menurut saya, makna lagu ungu itu lebih berarti “untuk” daripada “sumpah”
coba diganti kata “demi” menjadi “untuk” maka “untuk nafas yang telah Kau hembuskan dalam kehidupanku, ku berjanji…”
syair tersebut menurut saya lebih seperti seseorang yang merasa bersyukur karena telah diberikan karunia untuk hidup, oleh karena itu dia berjanji kepada “Pemberi” kehidupan itu untuk menjadi yang terbaik…
Beda dengan lagu rosa yang memang jelas sekali kata-katanya “atas nama cinta” tapi saya rasa untuk lagu rosa ga perlu diperdebatkan karena lagu tersebut bukan lagu rohani melainkan lagu “seseorang yang sedang jatuh cinta dan rela berkorban apa saja” mmmm…saya siy mengkategorikannya sebagai “lagu lebay” hehehehe… (dan dalam Islam makna kata-kata tersebut bisa dikategorikan musyrik, tapi… saya yakin kok rosa ga akan se-rela itu untuk berkorban demi yang dia cintai… hehehehe… mungkin artikel ini bisa jadi masukan juga buat rosa…:p )
tapi untuk lagu ungu agak disayangkan karena mereka membuat lagu rohani tetapi menggunakan kata-kata tuhan secara implisit (atau explisit ya? maksudnya tidak secara terang-terangan) karena di lagu tersebut (kalau saya tidak salah dengar) tidak ada satu kata pun secara jelas disebutkan “Allah” tetapi menggunakan kata pengganti “Kau” ataupun “Mu”. Yaahh…walaupun memang di lagu itu menceritakan tentang seseorang yang sedang berdoa… Tapi kalau memang mau membuat lagu rohani islami, kenapa harus setengah-setengah?
maafkan saya kalau ada kata-kata yang salahatau kurang berkenan…ini hanya pendapat saya saja…:D
Comment by zikha — February 5, 2009 @ 3:24 pm
mudah² sampai tujaun,..,
Comment by poqee — May 25, 2009 @ 12:47 am