September 9, 2009

Kecuali… Kecuali…

Generalisasi… Kita biasa gunakan ini untuk vonis dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kalau kita menemukan sifat yang sama pada mayoritas anggota suatu golongan, kita akan memukul rata bahwa sifat tersebut dimiliki oleh semua anggota golongan itu.

Biasanya kalau kita mendapat pengalaman tidak enak saat berinteraksi dengan seseorang, ada saja godaan untuk memvonis latar belakang golongan orang tersebut. Entah sukunya, ras, agama, jenis kelamin, atau yang lainnya.

Tentu saja vonis generalisasi macam ini akan mendapat protes. Misalnya kita ngedumel kesal, "Orang Padang memang pelit!!". Lalu akan ada yang protes dengan ucapan itu, "Enak saja… tidak semua orang Padang pelit. Tergantung orangnya masing-masing. Jangan main generalisasi begitu dong…" (Ya dong… saya orang Minang, menurut saya, saya gak pelit kok :p).

Mungkin yang lebih tepat adalah kata-kata: "pada dasarnya, tapi tidak semua." (Sekali lagi, pada dasarnya orang minang gak pelit kok!). Atau kita memerlukan kata "kecuali" saat menilai suatu golongan agar terhindar dari generalisasi. Contohnya: "Anggota dewan itu bukan koruptor. Mereka bersih kok. Ya… kecuali beberapa oknum anggota dewan." (Oh ya? Ada berapa persen tuh beberapa oknumnya? :D )

Ungkapan seperti ini Allah gunakan untuk menghukumi semua manusia.

Dapat kita temukan pada ayat yang sering kita baca: surat Al-Ashr. "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Al-’Ashr: 1-3)

Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i menegaskan tentang kedudukan surat Al ‘Ashr, beliau berkata: “Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) surat ini, niscaya surat ini akan mencukupkan baginya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada Surat Al ‘Ashr)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa perkataan Al Imam Asy Syafi’i itu adalah tepat karena Allah telah mengkhabarkan bahwa seluruh manusia dalam keadaan merugi (celaka) kecuali barang siapa yang mu’min (beriman) lagi shalih (beramal shalih) dan ketika bersama dengan yang lainnya saling berwasiat kepada jalan yang haq dan saling berwasiat di atas kesabaran. (Lihat Majmu’ Fatawa, 28/152). (lihat sumber)

Allah menghukumi manusia sebagai orang yang merugi. Lalu kemudian Allah lengkapi dengan pengecualian pada orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasehati pada kebenaran dan kesabaran. Allah tidak menggeneralisasi semua manusia itu merugi walau pun kebanyakan manusia itu ingkar kepada Allah dan merugi.

Juga pada ayat yang sering kita baca. "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya" (QS At-Tiin (95):5).

Allah bercerita tentang tempat kembali manusia - makhluk yang telah Allah ciptakan dengan sangat baik, yaitu tempat yang sangat rendah: neraka. Ciptaan yang sangat baik berakhir pada tempat yang sangat rendah. Tapi di situ Allah berikan pengecualian untuk orang yang beriman dan beramal saleh. Jadilah orang-orang yang beriman dan beramal saleh terhindar dari penghukuman general terhadap manusia.

Oke, sampai di sini, kita bisa ambil kesimpulan bahwa kebanyakan manusia itu merugi dan ingkar. "Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (QS Ar-Rum : 8) Dan mereka akan berakhir pada tempat yang buruk: neraka. Kecuali, orang yang beriman. Mereka akan masuk surga.

Hal ini dikuatkan oleh beberapa hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa orang yang beriman akan menempati surga. Tetapi… tunggu dulu… rupanya hal ini juga ada pengecualiannya.

“Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HR.Bukhari)

Konteks ‘umatku’ di situ adalah umat Islam. Karena hanya orang yang beriman yang akan masuk surga. "Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan selain Allah, masuk surga.”" Jadi hanya orang yang beriman yang bisa digeneralisasi bahwa pada dasarnya mereka akan masuk surga.

Sayangnya memang masih ada pengecualian untuk itu. Walaupun pada akhirnya akan masuk surga juga, tapi akan ada umat Rasulullah saw yang singgah ke neraka terlebih dahulu. Itu lah orang yang enggan. Yaitu orang yang mendurhakai Rasulullah saw.

Tidak semua orang yang beriman akan langsung masuk surga. Di antara mereka akan ada yang melalui neraka sebelum masuk surga.

*****

Sekarang, posisi kita adalah sebagai manusia di bumi ini. Kebanyakan dari kita akan kembali ke neraka. Karena itu segera lah bergabung kepada golongan yang masuk pengecualian. Yaitu orang yang beriman.

Orang-orang yang beriman ini pada dasarnya akan masuk surga. Kecuali orang yang enggan, mereka akan masuk neraka terlebih dahulu. Karena itu berdoa lah agarjangan sampai kita tergabung pada golongan yang dikecualikan ini. Semoga. Amiin.

28 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://andaleh.blogsome.com/2009/09/09/kecuali-kecuali/trackback/

  1. Semoga , atau mungkin karena banyak yang seperti itu jadi begitu dah. padahal banyak orang minang ga pelit. heran aku juga .kok ada presepsi seperti itu ya. entah dari mana.

    Sama, aku juga heran. Waktu kecil sering diledek: “PMP. Padang Memang Pelit.” Aku bingung, kok gitu? Kok bisa orang Padang dibilang pelit… Entahlah :D

    Comment by kawanlama95 — September 10, 2009 @ 2:00 am

  2. Mantap bro….
    Alur ceritanya mudah dipahami.
    Bikin ati seger neh…
    :)

    Comment by HumorBendol — September 10, 2009 @ 3:09 am

  3. bahan renungan, yg diharapkan bs membuat pikiran terang benderang,,,,khususnya buat mel yg lg suntuk

    Comment by mel — September 10, 2009 @ 4:08 am

  4. lam kenal yah bro’..bisa skalian daftar tuker link ga neh?

    Oke, boleh :)

    Comment by online — September 10, 2009 @ 4:11 am

  5. bro,,link mu udh di pasang di http://www.melandrionline.com sebagai “andaleh”.tolong link balik aq yah,,,silahkan cek

    Udah aku link, yang blogspot. :)

    Comment by mel — September 10, 2009 @ 4:42 am

  6. Assalamu’alaikum,
    Kalau menurut saya, sebenarnya pelit atau tidak pelitnya seseorang, itu tergantung pada pribadi orang masing-masing, kita tidak bisa menilai dan mengatakan suatu suku bangsa kebanyakan orangnya pelit. Berprasangkabaik thd siapa saja, jauh lebih baik. (Dewi Yana)

    Comment by Dewi Yana — September 10, 2009 @ 7:03 am

  7. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllll

    Comment by KangBoed — September 10, 2009 @ 9:27 am

  8. hehehe kembali ke hati masing masing yaaaaaaa

    Comment by KangBoed — September 10, 2009 @ 9:31 am

  9. masih merenung2 gara2 artikel ini mas….
    sambil merenung2 juga.. komentar saya yang tadi udah diketik “panjang x lebar x tinggi” nyangkut dimana ya… hiksss..

    Emang komentar mas itu sejenis layangan? :D

    Comment by kidungjingga — September 10, 2009 @ 1:29 pm

  10. saya termasuk orang yang enggan ngga ya? ahh semoga tidak

    Comment by ontohod — September 11, 2009 @ 3:08 am

  11. + Thinking..
    dan semangat :grin:

    Comment by indra1082 — September 11, 2009 @ 3:28 am

  12. semoga kita termasuk orang-prang yg beriman,AMin…

    Comment by mahardhika — September 11, 2009 @ 4:15 am

  13. “Anggota dewan itu bukan koruptor. Mereka bersih kok. Ya… kecuali beberapa oknum anggota dewan.”
    suka deh dengan kat2 ini… bisa belajar berbahasa yg baik, heee

    Comment by mahardhika — September 11, 2009 @ 4:22 am

  14. Sebuah kata kecuali sangat berperan penting sekali ya.
    kata kecuali mau menyebutkan yang tidak.
    artikel yang bagus mas,
    semoga saja kita termasuk orang yang beriman dihadapan allah.
    salam sukses selalu..
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    Comment by Iklan Gratis — September 11, 2009 @ 6:47 am

  15. salam kenal juga bung
    makasih yah dah mampir

    Comment by haris ahmad — September 11, 2009 @ 9:26 am

  16. secarik nafas dalem sekali maknanya…….
    hhhhhhhhmmmmmmmm…..buat merenung *.*

    Comment by haris ahmad — September 11, 2009 @ 9:27 am

  17. bener banget tuh..tadi saya juga sempat dicerca seorang Malaysian karena dituduh meng-generalisasikan bahwa semua warga malaysia pencuri..saya cuma bengong..bagian mana tulisan saya yang menuduh malaysia pencuri..hehehe
    salam rimba raya lestari..

    Comment by dedenia72 — September 11, 2009 @ 12:13 pm

  18. generalisasi itu tumbuh subur di sekitar kita, lho. Seperti di daerah saya yang ada di pesisir utara jawa.
    Salam kenal.

    Comment by alamendah — September 11, 2009 @ 2:46 pm

  19. golongan yang pengecualian itu pasti sedikit ya zico.. biasanya harus lalui ujian yang berat biar kita bisa termasuk golongan yang istimewa itu. semoga diberi kekuatan. amin

    Comment by nakjaDimande — September 11, 2009 @ 3:06 pm

  20. Hihihi, kayaknya kita sama2 merasa terganggu dengan generalisasi kata Teroris yah?

    Comment by re-saintazkiya — September 12, 2009 @ 1:56 am

  21. Hihihi, tepat banget….
    Yang ada dalam kehidupan kita emang kerap terjadi hal2 demikian…
    Pasti ada aja yang bilang, “Gak semua kok, kecuali saya atau bla..bla..bla”, hahahah…
    Tapi wajar2 aja sih, tiap orang pasti membela diri :D

    Comment by Zippy — September 12, 2009 @ 3:29 am

  22. terima kasih udah mampir ,… salam

    Comment by dameydra — September 12, 2009 @ 5:59 am

  23. mantab
    baik postinganmu sahabat
    salam hangat selalu

    met berakhir pekan ya

    Comment by dobleh yang malang — September 12, 2009 @ 8:05 am

  24. iya yah. terlalu banyak orang yang-kalo-esmosi jadi suka men-generalisirr…

    Comment by hafid algristian — September 12, 2009 @ 9:03 am

  25. siang sobat semangat dong ok
    salam hangat selalu

    Yupz.. semangat!!! :D

    Comment by dobleh yang malang — September 14, 2009 @ 7:10 am

  26. bloghicking aja.
    Komdnnya? Kan sudah kemarin

    Comment by alamendah — September 14, 2009 @ 11:46 am

  27. Tulisan yg sangat menarik.. Makasih udah mampir ke tempat saya..
    Salam hangat.. Salam damai selalu…

    Comment by Hary4n4 — September 15, 2009 @ 4:25 pm

  28. assalamualaikum… hmmm, ternyata saya menemukan blog yang bagus, ditulis oleh sosok yang telah berpengalaman panjang dalam menulis blog… salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    Segala kebaikan berasal dari Allah swt :)

    Comment by sedjatee — September 27, 2009 @ 11:34 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>