Sebelumnya mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan. Niat saya untuk kebaikan
—- *** —-
Nafas Luki terengah-engah. Keringatnya bercucuran. Dan seseorang tengah mendekatinya. Saat melihat orang tersebut, Luki berteriak, "Aduh… Siapa lagi kamu?"
"Aku Rika. Ingin menuntut atas kezholiman yang kau lakukan semasa kau hidup." Jawab orang itu.
"Ah… Tidak… Celaka aku." Luki kembali berteriak.
Orang yang datang pada Luki itu adalah orang yang ke-2130 yang menuntut atas kezholiman yang telah dilakukan Luki semasa hidup. Saat ini yaumil hisab, hari pembalasan. Semua kasus dan masalah dipersidangkan secara adil. Termasuk siapa yang pernah dizholimi, berhak menuntut keadilan atas pelaku kezholiman.
Luki sebenarnya jarang menghina orang. Hanya 3% orang yang telah menuntutnya karena penghinaan. Untuk menggunjing orang, agak banyak. Ada 10%. Tapi yang dominan adalah kezholiman atas aktifitas merokok, sebesar 80%. Ya. Kebanyakan orang yang telah datang pada Luki adalah orang yang dirugikan karena asap rokok Luki.
Luki memang suka merokok sembarangan semasa hidupnya. Dia tidak merasa canggung untuk menghembuskan asap rokok memenuhi ruangan angkutan umum sekalipun di angkot itu ada orang lain selain dirinya. Di tempat terbuka seperti pasar, taman, dan lainnya, ia juga sering membuat orang mengipas-ngipas mukanya untuk menghalau asap rokok yang dikeluarkan Luki. Orang-orang itu merasa terzholimi.
Kalau ada yang menegur, kadang memang Luki bersikap sopan dengan langsung mematikan rokoknya. Tapi kadang ia juga cuek, sehingga membuat orang yang tidak diindahkan oleh Luki itu merasa makin terzholimi.
Luki sempat berdalih, bahwa kezholimannya tidak begitu parah karena cuma menghadirkan gangguan bagi yang terkena asap rokok. Tapi dalihnya tertolak, karena bukan cuma asap, tapi juga racun yang dikandung oleh asap rokoknya yang membuat orang terzholimi. Sedikit atau banyak, ia tetap menebar racun pada orang-orang. Dan itu kezholiman.
Maka akhirnya orang-orang itu pada hari pembalasan ini menuntut atas kezholiman yang telah dilakukan Luki. Dan kini di hadapan Luki, berdiri seorang wanita sedang menuntutnya.
"Atas masalah apa kamu menuntutku?" Tanya Luki.
"Karena rokok!" Jawab wanita itu.
"Hei… Aku tak pernah merokok di dekatmu!"
"Memang tidak pernah. Tapi suatu hari kamu pernah naik metro mini dan kemudian duduk di sebelahku. Saat itu kamu membawa bau rokok yang sangat menyengat sehingga membuatku mual. Itu karena kamu sebelumnya merokok. Andai kata bau yang menempel di badan dan pakaianmu itu disebabkan rokok orang lain, tidak akan menjadi masalah."
Dan orang yang terzholimi itu akhirnya mendapatkan keadilan. Sebagian pahala Luki dipindahkan untuknya untuk menebus kezholiman.
Kezholiman itu terjadi saat Luki berumur 30 tahun. Dan Luki wafat di usia 62 tahun. Ia berhenti merokok di usia 60 tahun. Berarti ada rentang 30 tahun lagi yang di rentang itu akan ada orang-orang yang menuntut Luki atas kezholimannya merokok.
Sedangkan pahala terakhir yang dipindahkan ke orang yang terzholimi adalah pahala yang dilakukan Luki saat ia berusia 58 tahun. Ada kemungkinan Luki termasuk orang yang bangkrut.
***
Lagi, seseorang menghampiri Luki.
"Kezholiman apa yang aku lakukan padamu?" Tanya Luki.
"Rokok." Jawab orang itu.
"Aku tak pernah merokok di dekatmu."
"Memang tidak pernah. Semasa hidup aku ditakdirkan suka mual dengan bau rokok. Suatu ketika di dalam perjalanan, aku singgah di sebuah rumah makan untuk makan dan buang air. Ketika masuk ke dalam wc yang disediakan rumah makan itu, aku dibekap oleh bau rokok yang pekat. Dan kamu adalah orang yang berada di wc itu sebelumnya. Kamu buang air besar sambil merokok. Dan baunya tinggal di wc itu ketika aku menggunakannya. Racunnya pun masih berkeliaran bercampur udara di dalam wc itu."
Luki terhenyak. Saldo amalnya dalam posisi kritis. Ia diambang kebangkrutan.
"Celaka aku… celaka aku…." Nafasnya terengah-engah ketakutan. Dan tak berapa lama kemudian… ia terjaga dari tidurnya.
Masih dalam keadaan terengah-engah, tatapannya beradu pada jam dinding di kamarnya. Pukul 1.30 malam. Jam dinding itu berhias kotak rokok bekas yang ia koleksi setelah isinya ia konsumsi. Melihat hiasan kotak rokok itu, Luki merinding.
— ** —-
Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan di dunia ini, adalah sangat berharga. Karena itu semua akan mendapatkan balasan dari Allah swt. Allah telah mengabarkannya dalam QS Al Zalzalah ayat 7: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya". Allah mengabarkan hal itu agar kita termotivasi untuk beramal dan tidak meremehkan setiap bentuk perbuatan baik.
Begitu juga dengan keburukan, sekecil apa pun bentuknya akan ada balasannya. "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS 99:8)
Termasuk kezholiman yang kita lakukan pada orang lain, apa pun bentuknya, seremeh apa pun kadarnya, akan diadili oleh Allah swt di hari pengadilan. Bahkan ada kemungkinan di mana kezholiman kita itu menghabiskan seluruh amal baik kita dan membuat kita menjadi orang yang bangkrut.
Dalam suatu hadits, dikabarkan bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka, para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)
Khusus untuk perokok, perlu kiranya anda introspeksi. Apakah aktifitas merokok anda sudah menzholimi sekian banyak orang? Jangan sampai hal yang kita anggap remeh itu malah menjadi penyesalan di akhirat kelak.

salam sobat
merokok jelas membuat orang lain jadi perokok pasif, karena dengan tak sengaja sudah menghirup asap rokoknya,
jadi entah mendzolimi atau tidak,,,yang jelas membuat penyakit siperokok dan orang lain yang kena asap rokok.
Comment by NURA — November 2, 2009 @ 8:36 am
bagi saya sih nggak masalah mas, ilustrasinya. asal jangan di visualisasikan. mungkin perlu adanya perbaikan narasi saja. ya kalau mau di hitung berapa dosa manusia, ya seperti pasir mas nggak bisa dihitung. persoalan balasan di akherat kelak, memang hanya sedikit yang di beritahukan dalam alquran, selebihnya urusan Allah SWT. Juz 30 Alquran, lebih menerangkan persoalan balasan dan kehidupan di akherat kelak.
maaf bila komentar ini kurang berkenan.
salam hangat dari kebumen.
Comment by badruzzaman — November 2, 2009 @ 8:57 am
untung sayah udah berhenti merokok dari lama…
Comment by bukan facebook — November 2, 2009 @ 9:00 am
Jika saya perokok, mungkin tidak merokok di keramaian. Ah! Untunglah saya bukan perokok
Comment by Nyubi — November 2, 2009 @ 9:48 am
(maaf) izin mau KELIMAAAXXZ duluan. Boleh kan?!
Camkan itu wahai para perokok.
Comment by alamendah — November 2, 2009 @ 1:31 pm
selamat malam bang
pa cabar?
salam hangat selalu
wah blue sih masih suka juga ngerokok tapi jaranggggggggg banget
Comment by dobleh yang malang — November 2, 2009 @ 2:07 pm
Berat kalo menggambarkan keadaan hari qiyamat,
karena memang kita belum pernah melihatnya,
hanya bisa mengira-ngira saja, tapi tulisan antum
cukup menarik..
Kalau berdosa kepada manusia memang repot urusannya,
astagfirullaah….
Comment by murobbisukses — November 3, 2009 @ 12:52 am
Walaupun cuma rokok, tapi kalo mengganggu ketenangan orang lain itu termasuk medzolimi orang, jadi menang harus hati-hati.
dan jangan suka medzolimi orang lain, karena balasan pasti akan ada, entah cepat atau lambat!
Cara Membuat Blog
Comment by Cara Membuat Blog — November 3, 2009 @ 2:28 am
hai zico…..
mampir dulu yaaa, lama gak kesini…
komennya nyusul ajah.. perut ku dah dimiskol terus ne…
salaaaaaaaaamm
Comment by yangputri — November 3, 2009 @ 5:00 am
Hmm, saya sering sekali dizdolimi oleh asap rokok. Dan ketika saya menegur dengan cara baik-baik, eh dia malah cuek bebek dan dengan tanpa bersalah melanjutkan aktivitas merokoknya. Jarang sekali yg mau dengan sukarela mematikan rokoknya. Ini biasanya terjadi di dalam bus kota…
Astaghfirullah, mudah2an kita tak pernah meremehkan bentuk kezdoliman sekecil apapun…
Comment by RitaSusanti — November 3, 2009 @ 7:42 am
trims sudah mengingatkan. Saya sendiri kebetulan perokok. Walau anti merokok di kendaraan dan kamar mandi.
Comment by arkasala — November 3, 2009 @ 9:25 am
Kalo teman2 lingkungan udah pada tahu daya alergi dengan asap rokok, mereka menyingkir dari hadapan saya. Sedangkan kalo di tempat umum saya akna meminta baik2 untuk mematikan rokoknya, sekiranya tidak bisa saya pun lebih baik mengalah untuk keluar saja.
Comment by Potter.Web.ID — November 3, 2009 @ 9:34 am
selamat malam.
bang wah blue minta maaf yah comand yang kemaren kurang hurup Pnya ok
salam hangat selalu
Comment by dobleh yang malang — November 3, 2009 @ 2:11 pm
merokok tidak menyebabkan cacingan..
walah suka merokok niech, hiks…
Comment by gajah_pesing — November 3, 2009 @ 3:54 pm
pasti hal kayak gini jarang terpikirkan oleh orang yang merokok. Moga para perokok segera bertaubat untuk tidak meracuni orang yang tidak merokok.
bro, bentar lagi madrid vs melon
Comment by jack — November 3, 2009 @ 5:22 pm
rokok… dalam tahapan seperti yang indonesia alami, mustahil dihentikan dengan norma agama. harus dihentikan dengan norma hukum. harus ada perundangan yang jelas menyulitkan den membatasi peredaran rokok. tanpa itu… gerakan anti rokok akan kalah gaung dengan semaraknya iklan rokok.
Comment by arifin — November 4, 2009 @ 1:10 am
berharap para perokok membaca ini..
aku baru sadar knapa aa 9ym b9itu antinya den9an para perokok,ternyata…
dan aku ju9a palin9 nda suka d9 asap rokok,palin9 sebel klu dian9kot ato bis ada yan9 merokok d9 seenaknya..duch itu membuatQ batuk…
Comment by wi3nd — November 4, 2009 @ 2:01 am
selain untuk diri sendiri merugikan pula untuk orang sekitar, sulit memang kecuali ada tempat khusus merokok seperti di jepang
Comment by mamah aline — November 4, 2009 @ 5:35 am
wah blog anti asep rokok nih….
hehehe….
Comment by tuyi — November 4, 2009 @ 7:17 am
hmmm tapi masih cinta am rokok n kopi nih susah…………
Comment by mbah gendeng — November 4, 2009 @ 9:14 am
jadi inget beberapa hari yang lalu sempat beradu mulut dengan seorang perokok, untung saja perokok itu ga marah dan main tangan ke saya ..
Comment by nia — November 4, 2009 @ 9:45 am
Nice inspiration, Kawan. Ini akan membuat orang yang perokok untuk segera meng-evaluasi diri tentang keburukan merokok…
Comment by Khery Sudeska — November 4, 2009 @ 9:48 am
Assalamu’alaikum,
Tulisan yang bagus, semoga para perokok yang membacanya, bisa mengurangi kebiasaan merokoknya di tempat umum yang mengganggu orang lain. Bahkan akan lebih bagus lagi kalau bisa berhenti merokok. Terima kasih atas kunjungannya ke rumah baru saya. (Dewi Yana)
Comment by Dewi Yana — November 4, 2009 @ 10:44 am
datang lagi absen
Comment by mbah gendeng — November 4, 2009 @ 11:48 am
sy juga perokok,tpi menghormati mereka yg tidak merokok. Tidak merokok disembarang tempat.
Comment by fauzan — November 4, 2009 @ 12:58 pm
merokok bisa ampe segitu akibatnya ya
wah jadi takut gw..hehe
Comment by elmoudy — November 4, 2009 @ 1:27 pm
untung sayah ga ngerokok. tapi sayah seringkali dirugikan oleh para perokok, berarti nanti sayah bole minta pahala mereka ya? hohhohoho
Comment by quinie — November 4, 2009 @ 9:41 pm
selamat pagi
semangat y
salam hangat selalu
Comment by dobleh yang malang — November 5, 2009 @ 1:45 am
bagus ceritanya, agak terlalu lebay seh penggambarannya.
Tapi it’s oke kok
kadang emang perlu agak lebay untuk mendramatisir cerita
keep blogging ya kang
Comment by kelly amareta — November 5, 2009 @ 3:09 am
Alhamdulillah, sudah diingatkan supaya tidak berlaku zholim terhadap sesama.
Comment by unduk — November 5, 2009 @ 3:29 am
untung saya ga suka merokok…
hoho, jadi ga suka men-zhomilimi
Comment by Financial Adviser — November 6, 2009 @ 7:09 am
Hmm…
rokok emang membahayakan buat orang banyak
Comment by berita unik — November 6, 2009 @ 7:10 am
wakh kalo ini aku gag isa koment, soalnya aku perokok
Comment by JR — November 7, 2009 @ 7:08 am
Assalaamu’alaikum
Posting di atas banyak kebaikan untuk dimanfaat bersama. Terpulang kepada untuk mengambil iktibar darinya. salam mesra selalu dari Malaysia buat Zico dan keluarga terutama si comel.
Comment by Siti Fatimah Ahmad — November 7, 2009 @ 1:35 pm
Woo.. ini toh si Andaleh sang OOTers MyQ ;D
Comment by supriman — November 12, 2009 @ 5:43 am
salam knl yaa,
tukeran link yuk
Comment by agung chandra prasetya — November 18, 2009 @ 4:24 am