Tak perlu bersusah payah untuk menguraikan berbagai kebaikan yang didapat dari sebuah nikmat. Tetapi bila datang sebuah musibah, hanya sedikit orang yang bisa mengambil hikmah di baliknya.
Wajar bila manusia tidak mengerti kebijaksanaan Allah dibalik musibah. Karena manusia hanya diberi sedikit pengetahuan (QS Al-Isra’:85). Tapi yang keterlaluan adalah bila manusia mencoba menggurui Allah SWT. "Kok rusak sih, ya Allah? HP ini kan untuk keperluan dakwah juga!" "Ya Allah, terlalu cepat Engkau memanggil dia." Atau bahkan memvonis Allah ta’ala. "Engkau sudah tak sayang aku lagi, ya Allah…" Ah… manusia memang sering keterlaluan.
Subhanallah, Maha Suci Allah. Allah Maha Suci dari berbagai keburukan. Tak pantas ia dituduh begini begitu hanya karena kebodohan kita tak mampu memaknai musibah.
Dalam Syarah Aqidah Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan tentang iman kepada qadar yang baik dan buruk: "Tiada keburukan dalam perbuatan Allah. Semua amal perbuatan Allah adalah baik dan bijaksana. Akan tetapi, keburukan itu pada apa-apa (objek) yang dilakukan dan apa-apa yang diberi ketentuan. Oleh sebab itu, Nabi Shalallahu Alaihi wa salam bersabda, "Sesuatu yang buruk tidak ditujukan kepada-Mu." (HR Muslim)"
*****
Manusia cuma bisa mencoba menyelidiki latar belakang kebijaksanaan atas suatu keputusan Allah swt, dengan segala keterbatasan ilmunya. Tapi manusia tidak akan bisa memastikan hasil penyelidikan itu.
Perintah sholat 5 waktu sedikit banyak akan membebani seorang muslim. Begitu juga perintah zakat, puasa, haji, jihad, silaturahim, dsb. Tetapi orang yang beriman tak pernah berhenti menarik hikmah di balik semua perintah itu. Contohnya pada sholat subuh, orang-orang akan menguraikan betapa sholat subuh itu baik untuk kesehatan, bisa berfungsi sebagai kontemplasi, dsb. Sungguh pun begitu, tetap tidak akan bisa menjawab secara pasti mengapa Allah memerintahkan sholat subuh.
Pada akhirnya, husnuzhon billah (berbaik sangka pada Allah) adalah muara penghambaan yang hakiki. Baik hukum syar’i (sholat, puasa, zakat, dsb) maupun hukum kauni (setiap peristiwa yang Allah kehendak pada manusia) pasti ada kebijaksanaan Allah swt di balik itu semua.
Masih dalam syarah Aqidah Al-Wasithiyah, "Perhatikan kebijaksanaan Allah dalam hukum kauni-Nya, dimana Dia ta’ala menimpakan berbagai musibah besar kepada manusia untuk berbagai tujuan yang mulia. Seperti firman Allah ta’ala,
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada jalan yang benar)" (QS Ar-Ruum: 41)."
Dalam ayat ini ada sanggahan atas ucapan orang yang mengatakan "Sesungguhnya hukum-hukum Allah itu bukan atas dasar kebijaksanaan, tetapi sekedar karena kehendak-Nya."
*****
Keimanan menghasilkan ketenangan. Dalam menjalakan hukum syar’i, iman yang kuat menjalaninya dengan mantap karena keyakinan bahwa itu semua telah Allah gariskan dengan kebijaksanaan-Nya. Dalam menerima setiap peristiwa (hukum kauni), segalanya baik karena ada keyakinan bahwa Allah Maha Bijaksana atas setiap perbuatan-Nya. "Sungguh ajaib urusan orang mukmin itu, sesungguhnya segala urusannya baik baginya. Dan itu tidak ada kecuali bagi mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa musibah/bencana, ia bersabar dan itu menjadi kebaikan baginya.” (HR Muslim)
Dan masih dalam Syarah Aqidah Wasithiyah, Syaikh Sholih Utsaimin menjelaskan: "Firman Allah ta’ala "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?" (At-Tiin:8); mencakup hukum kauni dan syar’i. Allah Azza wa Jalla Maha Bijaksana dengan hukum kauni dan hukum syar’i. Dia Ta’ala juga teliti terhadapnya. Maka masing-masing dari dua hukum itu sejalan dengan hikmah ‘kebijaksanaan’.
Akan tetapi sebagian hikmah itu kita mengetahuinya dan sebagian lagi kita tidak mengetahuinya, karena Allah ta’ala berfirman:
"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit." (QS Al-Isra’: 85)
Kemudian hikmah ‘kebijaksanaan’ itu ada dua macam:
1. Kebijaksanaan dalam kondisi sesuatu sesuai dengan kenyataan dan keadaannya. Seperti keadaan sholat. Dia adalah ibadah besar yang didahului dengan bersuci dari hadats dan najis dan dialaksanakan dengan gerakan tertentu berupa berdiri, duduk, ruku’, dan sujud. Juga seperti zakat. Dia adalah ibadah demi Allah dengan menunaikan sebagian harta yang berkembang pada umumnya kepada orang yang sangat membutuhkan kepadanya. Atau pada kaum muslimin ada hajat kepada mereka serta sebagian orang-orang mu’allaf.
2. Kebijaksanaan dalam suatu tujuan hukum. Di mana semua hukum Allah ta’ala memiliki tujuan-tujuan mulia dan buah-buah yang terpuji."
Begitulah. Di dalam perintah sholat, semua syarat dan rukunnya adalah bentuk kebijaksanaan Allah swt. Dan kebijaksanaan Allah juga terdapat dalam tujuan Allah memerintahkan sholat kepada manusia.
Hikmah kebijaksanaan itu ada yang dikabari-Nya, seperti dalam firman-Nya: "Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa." (QS 2:179) Dan juga ada yang tidak dikabari, namun orang yang berakal mampu menjabarkannya dengan baik.
Husnuzhon-lah kepada Allah swt. Tak perlu nada protes menjerit, "Kenapa ya Allah?"

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Kita selalu melihat musibah dan derita tanpa membandingkan dengan nikmat yang telah diterima.
Comment by alamendah — November 9, 2009 @ 11:19 am
mantab
makasih artikel yang baik
salam hangat selalu
pa cabar
Comment by dobleh yang malang — November 9, 2009 @ 11:53 am
salam sobat
memang benar ya..kadang kita hanya bersyukur saja kepada ALLAH SWT,,sering lupa.
padahal semua berkah sudah diberikan pada kita semua.
Comment by NURA — November 9, 2009 @ 1:44 pm
wah tulisannya mencerahkan, makasih udah berbagi
Comment by ontohod — November 10, 2009 @ 3:21 am
Selalu berbaik sangka kepada Allah .. jgn lupa bersyukur atas nikmat yang Dia berikan.
Comment by nia — November 10, 2009 @ 7:24 am
artikel yang betul2 mengingatkan Mas. Saya ijin print Mas ya. Tks. salam
Comment by arkasala — November 10, 2009 @ 7:43 am
menarik!
semoga semuanya benar-benar merenungkan dan berusaha mengaktualisasikannya,
Comment by Usup Supriyadi — November 10, 2009 @ 8:10 am
Allah itu seperti prasangka hambaNya, jadi berprasagka baiklah kita kepada Allah
Comment by liza — November 10, 2009 @ 12:15 pm
bener sekali mas, kita memang harus berprasangka baik pada sang Khalik
Comment by Nyubi — November 10, 2009 @ 12:52 pm
Assalamu’alaikum,
Mempertanyakan takdir Allah, menunjukkan kelemahan iman keyakinan kita, kurangnya ketauhidan kita, tidak adanya baiksangka terhadap Allah dan menunjukkan tidak adanya ketawakalan. (Dewi Yana) http://dakwahdewi.herfia.com
Comment by Dewi Yana — November 10, 2009 @ 1:30 pm
Kita memang harus khusnudhon kepada apa yang diberikan Alloh kepada kita mas, apapun itu, baik atopun jelek, karena baik menurut kita belon tentu baik menurut Alloh, dan sebaliknya. Nggih boten?
Comment by Wandi thok — November 10, 2009 @ 4:06 pm
Adem ngebacanya bro…
Makasih pencerahannya…
:)
Comment by HumorBendol — November 10, 2009 @ 4:17 pm
betul juga janagn lupa untuk selalu mensyukuri setiap nikmatNya
Comment by mamah aline — November 10, 2009 @ 4:41 pm
ya pasri semua yg dari Allah itu baek
kalo ada yg tampak gak baek
tu semata karena cara pandang kt yg gak tepat
Comment by elmoudy — November 10, 2009 @ 11:49 pm
Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Sekuat apapun ikhtiar kita, semaksimal apapun usaha kita, tidak akan memberi manfaat kecuali dengan apa-apa yang telah Allah kehendaki untuk kita. Tidak berguna kita lari dari masalah jika Allah menghendaki kita untuk menghadapinya, untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Comment by murobbisukses — November 11, 2009 @ 1:12 am
Blog yang unik. Blogsome ternyata nggak kalah kelas sama blogspot.
Comment by Agus Siswoyo — November 11, 2009 @ 2:57 am
manusia kadang lupa akan kekuatan ALLAH yang Maha Kuasa
Comment by Financial Adviser — November 11, 2009 @ 3:58 am
ya begitulah manusia, kadang segala sesuatu cepat terlupakan dipikirannya. tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi disekelilingnya
Comment by berita unik — November 11, 2009 @ 4:00 am
Tuhan seperti persangkaan umatnya
Bersangka baiklah
Betul kan?
Comment by achoey — November 11, 2009 @ 4:36 am
semoga akan terus menumbuhkan iman di dadaku
Comment by belajar blog — November 11, 2009 @ 8:36 am
jadi ingin berbuat kebaikan…
melihat dan mengucapkan syukur atas anugrah sang pencipta
Comment by Action Figure Toy — November 11, 2009 @ 8:37 am
informasi yang menarik, makasih bro..
Comment by gajah_pesing — November 11, 2009 @ 9:16 am
Selalu berbaik sangka kepada Allah, karena meskipun begitu besarnya murka Allah, masih lebih besar maksiat kita kepada Allah. Thank’s mau berbagi.
Comment by nurhayadi — November 11, 2009 @ 3:25 pm
Postingan yang menyejukkan hati…mengingatkan kita untuk tidak selalu mengeluh…Nikmat-Nya lebih besar dan tak terhingga dibandingkan dengan yang kita kewajiban berikan kepada-Nya
salam kenal saudara…
Comment by atmakusumah — November 11, 2009 @ 5:11 pm
memang manusia mudah hafal dengan kesusahan, tapi ketika datang kebahagiaan, ia lupa bersyukur pada ALlah
Comment by jack — November 11, 2009 @ 6:03 pm
Salam Kenal balik Om. Sampai saat ini masih mencoba untuk tetap husnuzhon kepada Allah atas masalah yang bertumpuk2 menimpa saya dan keluarga, Walaupun para setan dan sebangsannya terus menggoda saya untuk shudzhon kepadanya. Semoga saya tetap bisa menjaganya dengan baik. Amien. Terima Kasih postingannya.
Comment by Deka — November 11, 2009 @ 10:31 pm
Alquran juga berfungsi sebagai basyiran wa nadziran. pemberi kabar gembira dan kabar menakutkan. kabar gembira misalnya, akan ada kehidupan akherat bila manusia bertaqwa yaitu surga. kabar menakutkannya seperti contoh akan ada balasan semua yang kita lakukan di dunia ini, bila melanggar perintah Allah selama ada di dunia, maka neraka ancamannya.
wah, sulit komeng di posting kayak gini, he..
Comment by badruzzaman — November 12, 2009 @ 12:37 am
Alloh itu sesuai dengan prasangkaan kita, jika kita berprasangka baik maka ia pasti baik terhadap kita..salam
Comment by dasir — November 12, 2009 @ 4:43 am
artikel menarik, akh. saya jadi malu sama diri sendiri.. selalu mengeluh pd Allah…
Comment by fadhilatul muharram — November 12, 2009 @ 5:22 am
wakh keren buanget tulisannya……
Comment by JR — November 12, 2009 @ 3:03 pm
tulisan yang luar biasa ^_^
Husnuzhon kepada Allah itu suatu kewajiban.
Allah gak butuh kita, malah kita yang butuh Allah.
Kita harus bersyukur diberikan kewajiban ibadah seperti shalat, zakat, puasa dan ibadah yang lainnya.
Salam kenal ^_^
Comment by syamstuxer — November 12, 2009 @ 11:40 pm
waw keren banget tulisannya
salam kenal
Comment by Miss Cyber — November 13, 2009 @ 2:03 am
Allah maha kaya jadi berprasangkalah baik kepada-Nya maka keinginan kita akan di kabulkan-Nya
karena jika berprasangka buruk maka keinginan jita tidak akan di kabulkan karena sama saja kita meremehkan kekuasaan allah
Comment by dafhy — November 13, 2009 @ 12:13 pm
selamat malam bang
pa cabar
salam hangat selalu
ayo semangat
Comment by dobleh yang malang — November 13, 2009 @ 1:07 pm
banyak-banyaknya bertobat…
update lah mas
hehehe
Comment by Financial Adviser — November 13, 2009 @ 7:24 pm
jadi inget ama lagunya Dewa
“kita hanyalah manusia..pasti menangis”
selanjutnya lupa
intinya berserah diri pada Sang Pencipta
Comment by berita unik — November 13, 2009 @ 7:26 pm
SURAT ar-rahman..??
nikmat manalagi yang kau pungkiri
Comment by queen — November 14, 2009 @ 3:46 pm
Subhanallah, anak muda yang Islami. Isi Tulisannya penuh hikmah, semoga menjadi Generasi Ali, yang muda yang istiqAMAH.
===============
KEBIJAKSANAAN ?
Yang ditulis zico di atas adalah kebijaksanaan yang penuh hikmah, ada lagi kebijaksanaan yang berkembang pada masyarakat sekarang, dimana kebijaksanaan = penyelewengan. Bukankah kita sering dengar : “mohon kebijaksanaan nya deh anak saya pengen masuk sekolah yang bapak pimpin soal administrasi berapapun akan saya penuhi”….
Hancur deh negeri ini kalau kebijaksanaanya = penyelewengan.
Comment by abifasya — November 15, 2009 @ 4:50 am
yups..
gakperlu mempertanyakan apa yang sudah menjadi ketetapn Snag Maha Kuasa…
jadikan shalat dan sabar sebagai penolong mu..
Comment by oRiDo™ — November 15, 2009 @ 3:21 pm
san99upkah membalas smua kebaikanNYA?
aku tak san99up ..
bahkan aku amsih serin9 memohon dan meminta padaNYA..
Comment by wi3nd — December 14, 2009 @ 5:26 am
Good Artikel, mohon ijin untuk share yah . . .
Thanks
Comment by Ipunk — July 16, 2010 @ 10:34 am