May 14, 2010

Untuk Saudaraku Yang Beralih

Filed under: Surat surat terbuka
Mudah-mudahan kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan tilawah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.

Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan kebaikannya menyelamatkan kita.

Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang tergenang.

Lalu kalau banyak fitnah – internal dan eksternal, maka adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jamaah dakwah yang selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.

Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah kekayaan.

Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.

Tapi ‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. Semoga ukhuwah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih tertanam dalam hati kita.

Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan gelombang itu.

Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu dicaci maki?

Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar kekecewaanmu.

Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang – kau percayai masih - tulus bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/tuduhan yang datang itu tidak valid.

Begitu akhi, sudikah kau memahaminya?

17 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://andaleh.blogsome.com/2010/05/14/untuk-saudaraku-yang-beralih/trackback/

  1. Gravatar Image

    ini seperti anak durhaka dengan ibunya. Sudah dinafkahi, diarahkan ke yg baik, eh malah jelek2in ibunya di depan umum. :)

    seharusnya kita dapat menjadi pohon yang akarnya kuat mencengkram bumi dan batangnya tinggi menghujam langit. Serta berbuah tanpa mengenal musim.. *ga nyambung ya* heheheheh

    Comment by syarifurqon — May 14, 2010 @ 10:07 am

  2. Gravatar Image

    Wow, kata2 bijak. Mm, sulit bagi saya membalas. Tapi somehow saya bisa memahami hati Anda.

    Selamat datang di deBlogger!

    Hehe… ini sebenernya buat ‘kalangan sendiri’ :D Yah… mudah2an aja ngerti :D

    Comment by indobrad — May 14, 2010 @ 11:32 am

  3. Gravatar Image

    (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Kurang bisa memahami. Tapi sepertinya ada yang mulai durhaka atau keluar dari jalan yang lurus, ya?. Semoga hidayah dan inayah Allah senantiasa menaungi kita semua. Amien

    Iya ini untuk ‘kalangan sendiri’. Makanya di masukkin ke kolom ‘Surat-surat Terbuka’ :D .

    Comment by alamendah — May 14, 2010 @ 11:54 am

  4. Gravatar Image

    Assalamu`alaikum,
    Hmm..afwan..antum zico ex-unand mathematic bukan ya?
    Yang move to gundar?Ana seperti kenal.
    Jika iya, please contact me by japri dulu.
    Mudah2an antum masih kenal ane….(Alumni Wisma Mujahid-Sekarang di Cikarang)

    Comment by patodi parjuli kurniawan — May 16, 2010 @ 2:33 pm

  5. Gravatar Image

    patodi parjuli kurniawan
    abu_wildan@hotmail.com ;-P

    Comment by patodi parjuli kurniawan — May 16, 2010 @ 2:35 pm

  6. Gravatar Image

    kunjungan balik sob,

    hemm, selalu ada hikamh ddi balik semuanya *gak nyambung mode on* hehehe..

    Comment by naila — May 24, 2010 @ 6:48 am

  7. Gravatar Image

    kekecewaan hanya berasal dari hati orang2 yg pada awalnya dipertanyakan keikhlasannya dalam jalan ini..
    kecewa pada apa? pemimpin? jelas2 ia adalah manusia yg sangat memungkinkan untuk khilaf. bukannya membenarkan kekhilafan manusia, tapi memang begitu adanya. Sedikit saja kita melencengkan diri dari niat selain Allah, disitu bibit2 kekecewaan akan muncul..

    Comment by iLLa — May 28, 2010 @ 1:23 am

  8. Gravatar Image

    Afwan Akh,Izin Copy paste ya…

    Silakan. Semoga bermanfaat. Mohon disertakan link sumbernya ya :)

    Comment by zoel — June 1, 2010 @ 12:22 am

  9. Gravatar Image

    hmm… kadang kekuasaan bisa membutakan mata,
    lalu jika nanti ada dua kelompok muslim yang bertarung
    seperti sayyidina Ali dengan Ummul Mukminin,
    kemana Anda akan bergabung???

    Comment by Rama — June 1, 2010 @ 4:18 am

  10. Gravatar Image

    ngigeti saya sama bbrp kejadian yang gk jauh beda dengan keadaan diatas..
    cukup memberi pencerahan

    Comment by imayasa — September 28, 2010 @ 3:39 am

  11. Gravatar Image

    assalamualaikum…sebuah inspirasi bagi ana..karena kondisi seperti ini.disaat banyaknya ADK yang beralih tau kecewa. ana gk habis fikir apa yang ada di dalam hati mereka yang beralih itu..rasanya sudah banyak mereka mendapatkan pemahaman tentang indahnya dakwah…semoga kita yang saat ini mash berada didalam lingkaran agar bisa tetap istiqomah di jalan yang penuh berkah ini.amin.syukron.wassalam

    Comment by Belia — April 13, 2011 @ 1:01 am

  12. Gravatar Image

    Assalamulaikum…salam kenal akhi, dari Tarakan - Kaltim, subhanalloh tulisan antum bgt bijak, ijin copas ya akhi…

    Salam kenal juga, akh :)

    Comment by Liliqbudiono — April 15, 2011 @ 9:33 am

  13. Gravatar Image

    nice to read…

    Comment by arros — May 23, 2011 @ 7:28 am

  14. Gravatar Image

    zico pa kbr?ini k bambang psr koga, izin copast ya..

    baek kak… silakan :)

    Comment by kak bambang — October 28, 2011 @ 1:52 pm

  15. Gravatar Image

    semoga husnuzhon selalu ada dalam prasangka kita,mungkin tidak selalu buruk bagi kami yang memilih jalan lain atau keluar,dan celupan itu masih sangat terasa…dan bersyukur pernah bersama berjuang…

    Comment by ananto — November 17, 2011 @ 12:59 am

  16. Gravatar Image

    tidak ada yang jelek, tidak ada yang salah dalam kritik apapun isinya, bagaimanapun kasarnya,bahkan sampai terdengar ke orang-orang lain yg tak paham, bahkan sampai menciptakan cerpen-cerpen baru fiksi yang tak jelas juntrungannya. Nanti akan terlihat bahwa kebenaran, orang-orang yang benar baik itu di dalam lingkaran maupun yg sudah keluar lingkaran akan terselamatkan oleh Yang Maha Perkasa, yang tak akan bisa terhancurkan oleh keras dan buruknya fitnah manusia-manusia durjana, lihat saja, benar tdk semua yg di dalam itu buruk, begitu pula tidak semua yg ada di luar itu baik semua, hanya Allah yang nanti akan mengeluarkan dan mengeliminasi orang2 jahat ini ke dalam siksaNya yang amat pedih, tunggu saja saudaraku, jadi tak usah risau dengan segala puisi-puisi itu apakah puisi cinta ato puisi kebencian yg terlihat!

    Comment by anas lee — November 25, 2011 @ 3:11 am

  17. Gravatar Image

    assalam..pa kbr co?

    Wa’alaikum salam wr wb. Baek kak :)

    Comment by kak bambang — December 26, 2011 @ 1:57 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>